Berita

Kakorlantas Siapkan Delay System, Antisipasi Kepadatan Mudik di Pelabuhan

75
×

Kakorlantas Siapkan Delay System, Antisipasi Kepadatan Mudik di Pelabuhan

Sebarkan artikel ini
kakorlantas-ungkap-strategi-kelola-arus-mudik-di-pelabuhan,-terapkan-delay-system
kakorlantas ungkap strategi kelola arus mudik di pelabuhan, terapkan delay system

Jakarta – Korlantas Polri menyiapkan strategi antisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Salah satunya dengan menerapkan delay system di pelabuhan penyeberangan.

Tujuannya adalah mencegah antrean kendaraan yang terlalu panjang.

Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Strategi delay system disiapkan untuk menghadapi potensi gangguan, terutama cuaca ekstrem.

“Ini kaitannya dengan penyeberangan pelabuhan, baik di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, sampai di luar Jawa,” kata Irjen Agus.

Jika cuaca ekstrem menghambat pendistribusian kendaraan, penumpukan dan antrean ekstrem bisa terjadi.

Korlantas Polri dan stakeholder terkait telah menyiapkan berbagai skenario penanganan, mulai dari situasi normal (hijau), kuning, hingga merah.

“Bila kondisi ekstrem, Korlantas Polri dengan stakeholder sudah mempersiapkan emergency plan,” ujar Irjen Agus.

Delay system dilakukan dengan menahan atau memperlambat laju kendaraan menuju pelabuhan.

Pemanfaatan rest area di sepanjang jalur tol menuju Merak akan dioptimalkan.

“Jadi sepanjang Cikupa sampai Banten itu ada tiga rest area. Tiga rest area itu kita pakai,” ucapnya.

Kendaraan dari Jakarta akan disimpan dan diperlambat di rest area jika tidak bisa menyeberang.

Tiga rest area di sepanjang jalur Cikupa hingga Banten akan digunakan sebagai titik penahanan kendaraan.

“Dari rest area 68. Rest area 68 penuh, kita simpan di rest area 43. 43 penuh, kita simpan di rest area 13,” jelasnya.

Jika penyeberangan terhenti lama, Korlantas menyiapkan buffer zone di sejumlah titik sebagai lokasi parkir sementara.

“Jadi dari situasi normal hingga kuning dan merah, negara sudah siap untuk melayani masyarakat yang terbaik,” kata Irjen Agus.

Irjen Agus menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk menyukseskan Operasi Ketupat 2026.

Tagline operasi ini adalah ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’.

“Maka dari itu, kata kunci bagaimana suksesi untuk 2026 yang pertama adalah kolaborasi,” kata Irjen Agus.

“Operasi Ketupat adalah negara hadir memastikan bahwa negara menjamin, mengamankan momentum daripada momentum sosial dan spiritual,” pungkasnya.