BeritaInternasionalPolitik

Jokowi Ngaku Telepon ‘Kakaknya’ Tanya Kapan Perang Iran Selesai, Dijawab Enggak Jelas!

83
×

Jokowi Ngaku Telepon ‘Kakaknya’ Tanya Kapan Perang Iran Selesai, Dijawab Enggak Jelas!

Sebarkan artikel ini
jokowi-ngaku-telepon-‘kakaknya’-tanya-kapan-perang-iran-selesai,-dijawab-enggak-jelas!
jokowi ngaku telepon ‘kakaknya’ tanya kapan perang iran selesai, dijawab enggak jelas!

Solo – Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya sempat menghubungi Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Tujuannya untuk menanyakan situasi perang Iran dan dampaknya pada harga minyak dunia.

Hal itu disampaikan Jokowi saat acara Halalbihalal dan Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara di Hotel Sunan, Kota Solo, Sabtu, 4 April 2026.

“Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di UEA yang mulia MBZ. Saya tanya yang mulia, kapan perangnya selesai,” kata Jokowi.

“Baru mulai perangnya, saya tanya kapan kira-kira perangnya selesai. Dijawab, nggak pasti, dan nggak jelas,” imbuhnya.

Jokowi juga menanyakan proyeksi harga minyak kepada MBZ.

Namun, jawaban yang didapat sama, yaitu penuh ketidakpastian.

Ia menanyakan hal itu karena UEA menjadi salah satu negara Teluk yang dekat dengan pusaran konflik, bahkan menjadi korban.

“Kemudian saya bertanya harga minyaknya akan sampai berapa, dijawab juga nggak pasti dan nggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit dan sulit sekali,” ujar Jokowi.

Tak hanya ke MBZ, Jokowi juga menghubungi salah satu menteri UEA untuk menanyakan hal yang sama.

“Saya ulang lagi telpon lagi menterinya di sana, jawabannya juga sama,” kata Jokowi.

“Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini,” tuturnya.

“Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perang selesai dan harga minyak pada harga normal lagi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Jokowi menyebut keputusan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga BBM di tengah konflik Timur Tengah adalah keputusan berani.

Jokowi menilai tantangan geopolitik saat ini, yaitu perang Amerika-Israel melawan Iran, telah menyebabkan ketidakpastian dunia.

Sehingga, hampir semua negara mengalami situasi sulit akibat krisis di Timur Tengah.

“Kemarin sore saya lihat harga Brent minyak sudah mencapai 108 sampai 112, ini angka yang tidak mudah dari yang sebelumnya 60-70,” ungkap Jokowi.

“Artinya kenaikannya sudah hampir dua kali lipat kalau diteruskan semua negara enggak ada kuat,” tambahnya.

Namun, Jokowi menyebut pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo masih mampu mengendalikan harga BBM di angka yang sama alias tidak ada penyesuaian harga.