Berita

Jenazah Staf KBRI Peru Dipulangkan, Indonesia Berduka

79
×

Jenazah Staf KBRI Peru Dipulangkan, Indonesia Berduka

Sebarkan artikel ini
a46b4bc778939d416ea5ecd148ee5f9e.jpg
a46b4bc778939d416ea5ecd148ee5f9e.jpg

Lima – Jenazah Zetro Leonardo Purba, seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Peru yang meninggal dunia akibat ditembak awal bulan ini, akan segera dipulangkan ke Indonesia. Pemulangan jenazah Zetro diharapkan dapat terlaksana dalam beberapa hari ke depan.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Judha Nugraha, menyampaikan informasi tersebut pada Sabtu, 6 September 2025. Zetro ditembak hingga tewas oleh orang tidak dikenal di dekat tempat tinggalnya di wilayah Lince, Lima, pada Senin, 1 September 2025. Ia dilaporkan ditembak tiga kali, padahal baru lima bulan bertugas di Peru.

KBRI Lima saat ini terus berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk mempercepat proses pemulangan jenazah Zetro. Autopsi terhadap jenazah Zetro juga telah dilakukan pada 2 September 2025 sebagai bagian dari prosedur investigasi.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, sebelumnya pada Kamis, 4 September 2025, menyatakan bahwa KBRI Lima telah berkoordinasi erat dengan kepolisian Peru. Koordinasi ini bertujuan untuk mengawal proses investigasi guna mengungkap motif dan pelaku di balik penembakan terhadap Zetro.

Kepolisian di Lima sedang melakukan berbagai upaya, termasuk pengumpulan bukti-bukti dan pengamanan rekaman kamera pengawas dari lokasi kejadian. Selain itu, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan kejaksaan setempat untuk menyelidiki peristiwa ini serta memberikan pengawasan dan penjagaan ekstra kepada keluarga Zetro di Peru.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI Lima juga telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kemlu Peru. Nota diplomatik tersebut meminta agar penanganan kasus ini mendapatkan atensi besar dari otoritas Peru.

Zetro Leonardo Purba diketahui menjabat sebagai Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima. Sebelum bertugas di Peru, ia sempat mengabdi di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Melbourne. Merespons kejadian tragis ini, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengevaluasi skema perlindungan bagi para diplomat dan staf yang ditempatkan di luar negeri.