Nagan Raya – Banjir bandang putuskan jembatan utama, warga Aceh Tengah kesulitan akses bahan pokok. Mereka terpaksa menempuh perjalanan puluhan kilometer dengan berjalan kaki.
Jembatan Beutong Ateuh Banggalang yang terletak di jalan lintas tengah Nagan Raya-Aceh Tengah ambruk pada Rabu (26/11/2025) akibat terjangan banjir.
Kondisi ini melumpuhkan akses transportasi dan menyulitkan warga mendapatkan kebutuhan sehari-hari.
Roni (43), warga Takengon, menceritakan perjuangannya bersama sang istri untuk mencapai Lhokseumawe demi membeli beras dan sembako.
“Sebelumnya kami satu hari sudah tidak masak di rumah, tidak ada apapun lagi. Akhirnya terpaksa nekat pergi belanja ke Lhokseumawe,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, satu-satunya akses terdekat menuju Lhokseumawe melalui ruas jalan Kereta Api juga terputus akibat banjir dan longsor.
Roni dan istri harus berganti-ganti moda transportasi dan berjalan kaki selama berjam-jam.
Mulai dari naik sepeda motor, menitipkannya di rumah warga, berjalan kaki, naik ojek, hingga akhirnya dijemput keluarga di perbatasan Lhokseumawe-Bener Meriah.
“Dari Kampung Kem, naik ojek warga dengan membayar Rp20 ribu sampai ke Kampung Buntul Sara Ine, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah,” kata Roni.
“Dari situ dijemput sama keluarga langsung ke Lhokseumawe,” imbuhnya.
Selain bahan makanan, warga juga kesulitan mendapatkan BBM dan kebutuhan lainnya akibat akses yang terputus.
Sementara itu, Hidayat, warga Desa Lhok Ang, melaporkan banyaknya tumpukan kayu yang hanyut di Daerah Aliran Sungai (DAS) Meureudu, Pidie Jaya, akibat banjir bandang.







