Berita

Jakarta Waspadai Potensi Banjir Saat Malam Tahun Baru 2026

143
×

Jakarta Waspadai Potensi Banjir Saat Malam Tahun Baru 2026

Sebarkan artikel ini
ef9762b084d947de0059203c0d406d47.jpg
ef9762b084d947de0059203c0d406d47.jpg

Jakarta – Warga Jakarta diimbau waspada banjir saat malam Tahun Baru 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memprediksi hujan mengguyur ibu kota sepanjang hari pada Rabu, 31 Desember 2025.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menekankan kewaspadaan terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

“Yang harus diwaspadai adalah wilayah yang ada di bantaran kali atau sungai,” ujar Isnawa, Rabu (19/6/2024).

Daerah-daerah yang berada di sekitar sungai Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, Krukut, Rajawati, hingga Kali Mampang menjadi perhatian khusus. Isnawa juga menyebutkan perlunya peningkatan kewaspadaan di Pengadegan, Pejaten, Kebon Baru, Kuningan Barat, Cililitan, Jatinegara, Kembangan Utara dan Rawa Buaya.

Selain bantaran sungai, wilayah dataran rendah seperti Cipulir, area dengan drainase buruk, dan minim ruang terbuka hijau juga berpotensi mengalami banjir.

Jakarta Utara juga berpotensi dilanda banjir rob, terutama di Penjaringan, Kamal Muara, dan Ancol.

BPBD DKI Jakarta menyatakan terus memantau kondisi sungai dan curah hujan untuk mengantisipasi potensi bencana.

Sebanyak 267 petugas penanggulangan bencana disiagakan saat malam pergantian tahun baru. Layanan kedaruratan 112 dan pusat kendali (command center) juga akan dimaksimalkan.

BPBD mencatat genangan setinggi 15 cm sempat terjadi di ruas Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok akibat rob.

Peringatan potensi banjir di wilayah pesisir telah dikeluarkan dan diperkirakan berlangsung dari 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh pasang air laut maksimum yang bersamaan dengan fenomena bulan purnama dan Perigee.

“BPBD Jakarta mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” kata Isnawa.

Personel BPBD telah dikerahkan untuk memonitor kondisi genangan dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan fungsi tali-tali air.