Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memperpanjang masa gencatan senjata antara Israel dan Libanon selama tiga pekan ke depan. Langkah diplomatis ini diambil di tengah upaya intensif pemerintah AS untuk mendamaikan kedua negara yang telah terlibat konflik bersenjata selama beberapa dekade.

Trump mengungkapkan optimisme tinggi terkait prospek perdamaian ini. Dalam pertemuan dengan duta besar kedua negara di Gedung Putih, ia bahkan menyebut pencapaian kesepakatan damai sebagai sesuatu yang dapat diraih dengan mudah.

Dalam upaya mempercepat resolusi konflik, Trump berencana mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Libanon Joseph Aoun untuk melakukan pertemuan tatap muka di Washington dalam waktu dekat. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum bersejarah bagi kedua negara yang secara diplomatik tidak memiliki hubungan resmi sejak 1993.

Perpanjangan gencatan senjata ini menjadi krusial setelah situasi di lapangan tetap memanas. Meski kesepakatan telah disepakati, aksi saling serang antara militer Israel dan kelompok Hizbullah masih terus terjadi. Pihak Libanon sebelumnya menuntut agar gencatan senjata mencakup perlindungan terhadap warga sipil, jurnalis, serta infrastruktur medis dan pendidikan, menyusul serangan masif yang telah menelan korban jiwa lebih dari 2.450 orang dan menyebabkan satu juta warga mengungsi.

Di sisi lain, Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter, menegaskan komitmen negaranya untuk mencapai perdamaian. Ia mengklaim bahwa posisi Israel saat ini selaras dengan pemerintah Libanon dalam upaya membatasi pengaruh Hizbullah di wilayah tersebut.

Ketegangan tetap tinggi seiring dengan laporan terbaru mengenai serangan drone Israel di dekat Nabatieh serta aksi balasan Hizbullah yang menembakkan roket ke wilayah Israel utara. Israel berdalih bahwa pihaknya tetap menjalankan operasi militer berdasarkan ketentuan gencatan senjata yang mengizinkan tindakan responsif terhadap ancaman yang dianggap mendesak.

Sementara itu, di tengah kebuntuan negosiasi dengan Iran, Trump juga memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan negara tersebut tanpa batas waktu. Kebijakan ini diambil setelah Iran menolak menghadiri putaran pembicaraan kedua dengan Washington sebagai protes atas blokade angkatan laut AS yang masih berlangsung.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *