Ecozone

IHSG Menguat ke Level 6.175, Saham BBCA hingga TOWR Kompak Hijau

12
×

IHSG Menguat ke Level 6.175, Saham BBCA hingga TOWR Kompak Hijau

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar data perdagangan Bursa Efek Indonesia yang menunjukkan penguatan IHSG ke level 6.175.
IHSG ditutup menguat 1,10% ke level 6.175 pada perdagangan Jumat (17/7/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,10% atau 67,32 poin ke level 6.175 pada penutupan perdagangan Jumat (17/7/2026).

Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia, lonjakan indeks utama ini didorong oleh performa impresif saham-saham dalam indeks LQ45 yang secara kolektif menguat sebesar 2,24%.

Sektor perbankan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan pasar dengan kenaikan sektoral sebesar 2,34%.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kenaikan harga mencapai 4,02% ke level Rp 6.475.

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 3,85% ke posisi Rp 2.970.

Selain perbankan, sektor siklikal turut memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG hari ini.

Emiten PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melonjak sebesar 8,52% hingga mencapai harga Rp 955 per lembar saham.

Kenaikan juga terjadi pada PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) yang melesat 5,11% ke level Rp 288.

Aktivitas perdagangan mencatat volume transaksi sebesar 29,04 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,02 juta kali.

Total nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 16,16 triliun di tengah kondisi kapitalisasi pasar yang menembus angka Rp 10.773 triliun.

Terdapat pula transaksi crossing jumbo pada saham BBCA senilai Rp 1,2 triliun.

Transaksi besar lainnya melibatkan saham BBRI senilai Rp 440,5 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 439,5 miliar.

Secara total nilai transaksi harian, saham BBCA memimpin dengan nilai Rp 2,04 triliun, diikuti BBRI sebesar Rp 1,3 triliun dan BMRI sebesar Rp 1,16 triliun.

Daftar top gainer dipimpin oleh PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang naik 17,96% ke level 29.225.

Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turut menguat 9,77% ke level 1.910.

Di sisi lain, daftar top loser mencatat PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang terkoreksi 11,47% ke level 386.

Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) juga mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 10,95% ke level 895.

Sebanyak tujuh dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI berhasil ditutup di zona hijau.

Analis pasar terus memantau dinamika sektoral seiring adanya perubahan aturan MSCI terkait saham dengan volatilitas ekstrem yang akan berlaku pada Agustus mendatang.

Tingkat konsentrasi kepemilikan saham pada emiten grup Sinar Mas juga menjadi sorotan pelaku pasar terkait kontribusi terhadap HSC.

Risiko gagal bayar obligasi sebesar Rp 24 miliar pada PT Pos Indonesia pasca pemangkasan rating oleh Fitch menjadi catatan tambahan bagi investor.