Berita

IHSG Bergejolak: Konflik Timur Tengah Ancam Inflasi dan Tekan Emiten

135
×

IHSG Bergejolak: Konflik Timur Tengah Ancam Inflasi dan Tekan Emiten

Sebarkan artikel ini
ihsg-berisiko-tertekan-imbas-konflik-di-timur-tengah
ihsg berisiko tertekan imbas konflik di timur tengah

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas. Kondisi di Timur Tengah yang memanas jadi penyebabnya.

Analis pasar modal, Hendra Wardana, mewanti-wanti risiko tertekannya IHSG pada perdagangan pekan depan.

Menurutnya, konflik Iran, AS, dan Israel bukan sekadar isu politik. Ini sudah masuk ke ranah risiko ekonomi global.

“Pasar langsung merespons dengan pola risk-off,” kata Hendra, Minggu (1/3/2026).

Investor global cenderung keluar dari aset berisiko. Mereka mencari perlindungan di aset safe haven.

Hendra menjelaskan, eskalasi konflik dapat mengganggu arus kapal tanker di Selat Hormuz. Hal ini bisa menyebabkan harga minyak global melonjak.

“Dampaknya bisa menjalar ke inflasi global, nilai tukar, hingga kebijakan suku bunga,” ujarnya.

Tekanan bagi pasar modal Indonesia bisa datang dari dua sisi. Pertama, potensi capital outflow karena investor asing mengurangi eksposur di emerging market.

Kedua, risiko inflasi impor akibat lonjakan harga energi global.

Jika harga minyak bertahan tinggi, beban biaya produksi meningkat. Margin perusahaan (emiten) dapat tertekan.

“Dalam kondisi seperti ini, IHSG berpotensi melemah dan menguji support klasik di level 8.133,” jelas Hendra.

Jika level itu jebol, area psikologis 8.000 menjadi support berikutnya. Resistance terdekat berada di 8.300.

Namun, tidak semua sektor akan terdampak negatif. Hendra merekomendasikan investor ritel untuk disiplin dan selektif.

“Apabila memiliki profil agresif, momentum di sektor komoditas bisa dimanfaatkan dengan manajemen risiko yang ketat,” pungkasnya.