Berita

ICW Soroti Penurunan Penindakan Korupsi, Kerugian Negara Mencapai Triliunan

104
×

ICW Soroti Penurunan Penindakan Korupsi, Kerugian Negara Mencapai Triliunan

Sebarkan artikel ini
icw:-jumlah-kasus-korupsi-diusut-pada-2024-terendah-5-tahun-terakhir
icw: jumlah kasus korupsi diusut pada 2024 terendah 5 tahun terakhir

Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai penindakan kasus korupsi oleh aparat penegak hukum (APH) pada 2024 berada di titik terendah dalam lima tahun terakhir. Jumlah kasus dan tersangka korupsi yang ditangani APH mengalami penurunan signifikan.

ICW mencatat hanya 364 kasus korupsi dengan 888 tersangka sepanjang 2024.

Potensi kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp279,9 triliun.

“Angka ini didominasi oleh kasus korupsi tata niaga komoditas timah di PT Timah Tbk yang ditangani Kejaksaan Agung,” ujar Peneliti ICW, Zararah Azhim Syah, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/9). Kasus timah ini menyumbang 96,8 persen dari total kerugian negara.

Selain itu, ICW juga menemukan potensi suap senilai Rp157 miliar, pungutan liar dan pemerasan Rp31,85 miliar, serta pencucian uang Rp172,2 miliar.

Sebagai perbandingan, pada 2020 terdapat 444 kasus korupsi dengan 875 tersangka. Jumlah ini meningkat menjadi 533 kasus dengan 1.173 tersangka pada 2021, 579 kasus dengan 1.396 tersangka pada 2022, dan 791 kasus dengan 1.695 tersangka pada 2023.

Azhim menyayangkan minimnya penggunaan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pasal 18 UU Tipikor dalam upaya pemulihan aset hasil korupsi.

“Strategi penindakan lebih berfokus pada penghukuman pelaku ketimbang pemulihan kerugian negara,” tegasnya.

Menurut Azhim, penurunan kinerja APH disebabkan oleh banyaknya satuan kerja kejaksaan dan kepolisian yang tidak menangani kasus korupsi sama sekali.

Minimnya transparansi APH dalam membuka data penanganan perkara juga memperburuk kondisi ini.

ICW mencatat sektor desa menjadi yang paling rentan terhadap korupsi dengan 77 kasus dan 108 tersangka. Sektor utilitas menyusul dengan 57 kasus dan 198 tersangka, diikuti sektor kesehatan (39 kasus, 104 tersangka) dan pendidikan (25 kasus, 64 tersangka).

Pegawai pemerintah daerah (261 tersangka), pihak swasta (256 tersangka), dan kepala desa (73 tersangka) menjadi pelaku yang paling banyak terlibat. Keterlibatan pihak swasta menyumbang kerugian negara paling besar.

ICW menyusun laporan ini berdasarkan kompilasi kasus korupsi yang telah masuk tahap penyidikan dan penetapan tersangka. Data dihimpun dari publikasi resmi kejaksaan, kepolisian, dan KPK, serta pemberitaan media massa.

2d32aebc91746c00edf53a0e027300fd.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Spekulasi Ole Romeny gabung Persib Bandung muncul setelah kode “OveR” dalam unggahan perkenalan Ragnar Oratmangoen. Ole Romeny dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Fortuna Sittard. Ia disebut sudah menjalani tes medis dan akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan. Jika transfer terwujud, Ole akan bereuni dengan Justin Hubner di Fortuna Sittard. Kepindahan ini juga diharapkan memberi Ole…

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…