Sragen – Satu keluarga asal Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, tenggelam di Embung Sigit, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Minggu sore hingga menewaskan ibu dan anak perempuan berusia 7 tahun. Sang ayah dilaporkan selamat dalam peristiwa yang menyita perhatian warga sekitar.

Warga berduyun-duyun mendatangi lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi.

Kepala Desa Sigit, Wardoyo, mengatakan keluarga itu semula tengah beraktivitas di sekitar embung sebelum peristiwa nahas terjadi.

Yasmi Egi (27) disebut sedang berlari mengelilingi embung, sementara suaminya, Irfan Agus (28), bersama putrinya, Debia (7), duduk menikmati sore di pinggiran embung.

Saat sedang bersantai, Debia tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke embung yang cukup dalam. Melihat putrinya tenggelam, Irfan langsung menceburkan diri untuk menolong.

Melihat keduanya tak kunjung muncul ke permukaan, Yasmi panik. Tanpa pikir panjang, ia berlari dan ikut terjun ke embung untuk menyelamatkan mereka.

Namun, Yasmi juga tak segera tampak ke permukaan usai terjun. Irfan berhasil selamat, tetapi Debia ditemukan meninggal dunia. Tak lama berselang, Yasmi juga ditemukan dalam kondisi meninggal.

“Embung Sigit itu memang kalau sore banyak warga yang berolahraga di sana. Tapi waktu kejadian itu masih agak sepi,” kata Wardoyo.

Ia menjelaskan, Yasmi baru ditemukan setelah jasad anaknya lebih dulu ditemukan. Tim relawan dan medis kemudian mengevakuasi ketiganya.

Meski selamat, Irfan masih mengalami trauma berat atas kejadian yang menimpa istri dan anaknya itu.

Informasi yang dihimpun, keluarga tersebut memang ber-KTP warga Jaten, Karanganyar. Namun, Yasmi diketahui merupakan warga Desa Ngrombo, Tangen, dan memiliki rumah di Kecamatan Tangen.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *