Berita

Hujan Persisten Guyur Jabodetabek Sore Hingga Dini Hari

115
×

Hujan Persisten Guyur Jabodetabek Sore Hingga Dini Hari

Sebarkan artikel ini
8ab17a0dbb75883d291422c778cd3a30.jpg
8ab17a0dbb75883d291422c778cd3a30.jpg

Jakarta – Hujan mengguyur sebagian wilayah Jabodetabek sejak Rabu (22/10/2025) sore hingga malam hari. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca, menyatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi meluas ke seluruh Jabodetabek.

Menurut BMKG, hujan meluas dari sebagian wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.

Peringatan dini yang sama juga berlaku untuk sebagian Kabupaten Bogor, sebagian Kota Depok, sebagian Kabupaten dan Kota Tangerang, serta wilayah Kota Tangerang Selatan.

Hingga pukul 20.00 WIB, sebagian wilayah masih diguyur hujan, seperti terpantau di Kota Tangerang Selatan.

Petugas piket prakirawan BMKG, Arief Danial Rahman, mengonfirmasi potensi hujan ringan hingga menjelang dini hari di sebagian wilayah Jabodetabek. “Namun untuk wilayah Kepulauan Seribu masih cukup persisten hujannya,” ujarnya.

Arief menjelaskan hujan di wilayah Pulau Jawa disebabkan oleh aktifnya gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Equatorial Rossby, yang menyebabkan pertumbuhan awan signifikan. Fase Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, khususnya di Indonesia bagian barat.

Peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengungkapkan hujan meluas di Jakarta, Bekasi, Purwakarta, dan sebagian Jawa Barat, serta merata dan meluas di Jawa bagian tengah dan timur.

Erma menyebut penyebabnya adalah gabungan tiga fenomena: dinamika atmosfer Madden-Julian Oscillation fase 4, badai tropis 95S di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra, dan Indian Ocean Dipole negatif.

Ketiganya, kata Erma, menciptakan klaster awan yang terkonsentrasi di atas Jawa.

Faktor-faktor tersebut diperkuat oleh pemanasan suhu permukaan laut di perairan selatan Jawa. “Penjalaran klaster awan dari Samudra Hindia menuju Jawa akan secara efektif membuat hujan yang massif dan merata pada sore-malam hari di sebagian besar Jawa,” ucapnya.