FENESIA – Kamu pasti percaya kalau ilmu sains itu memang tak ada batasnya. Mulai dari ilmu fisika, kimia, biologi, dan banyak ilmu lainnya menjadi pilar penopang kehidupan di bumi.
Nah, rupanya ada banyak sekali mitos soal ilmu sains yang selama ini dipercaya dan salah kaprah. Apa saja? Yuk, simak mitos ilmu sains yang selama ini diyakini, tetapi ternyata keliru. Berikut daftarnya :
Everest Adalah Gunung Tertinggi di Dunia

Jika diukur dari permukaan laut, Everest memang gunung tertinggi di dunia. Namun kalau diukur dari dasar hingga puncak, gunung tertinggi sedunia sebenarnya Mauna Kea di Hawaii.
Everest memiliki ketinggian 29.035 kaki di atas permukaan laut, sedangkan Mauna Kea hanya mempunyai ketinggian 13.796 kaki di atas permukaan laut.
Namun Mauna Kea memanjang sekitar 19.700 kaki di bawah Samudera Pasifik. Jadi kalau ditotal, ketinggian Mauna Kea sekitar 33.500 kaki atau hampir satu mil lebih tinggi dari Everest.
Matahari Berwarna Kuning

Dari dulu, kamu pasti belajar bahwa Matahari itu berwarna kuning. Padahal sebenarnya, cahaya matahari itu berwarna putih. Mengapa bisa menjadi berwarna kuning?
Hal itu dikarenakan atmosfer bumi yang membelokkan cahaya melalui efek yang disebut hamburan Rayleigh.
Fenomena inilah yang juga membuat langit tampak biru dan menyebabkan matahari berwarna kuning kemerah-merahan saat tenggelam.
Ilmu Astrologi Bisa Prediksi Masa Depan

Kamu yang percaya sama zodiak wajib berpikir ulang. Mengapa? Ternyata para ilmuwan di dunia sudah berkali-kali melakukan pembuktian ilmiah tentang zodiak yang dianggap bisa memprediksi masa depan.
Hasilnya, astrologi ternyata tidak lebih dari metode mengundi nasib.
Sahara Adalah Gurun Terluas di Dunia

Kamu percaya kalau gurun terluas adalah gurun Sahara? Kamu bisa jadi salah kaprah. Gurun itu tak selalu tempat kering yang tandus dan panas. Tempat tak berpenghuni juga bisa disebut gurun.
Salah satunya adalah Antartika. Antartika memiliki luas 5,4 juta mil persegi. Sementara Sahara hanya seluas 3,6 juta mil persegi.
Berlian Berasal dari Batubara

Kebanyakan berlian tidak terbentuk dari batubara. Sebaliknya, berlian merupakan karbon yang dikompresi dan dipanaskan 90 mil di bawah permukaan bumi.
Sementara batubara ditemukan sekitar 2 mil ke bawah permukaan bumi. Dengan demikian berlian dan batubara adalah dua benda yang berbeda.
Nah itulah beberapa kekeliruan mengenai sains.







