Yogyakarta – GP Ansor dan Banser menyatakan dukungan agar Polri tetap berada di bawah komando Presiden. Mereka siap bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dukungan ini disampaikan saat pembukaan latihan instruktur dan kursus pelatih II GP Ansor, Banser, dan Majelis Dzikir Sholawat Rijalul Ansor.
Acara yang digelar di Lapangan Olahraga SPN Selopamioro, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (14/2/2026) ini dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri memberikan pengarahan kepada kader Ansor dan Banser. Ia menekankan pentingnya sinergisitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Sigit berharap pelatihan ini meningkatkan kualitas SDM kader NU, Ansor, dan Banser. Tujuannya agar mereka siap mendukung program pemerintah, menjaga kamtibmas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, persatuan adalah kunci utama di tengah keberagaman Indonesia. Situasi global yang tidak pasti berdampak pada dinamika dalam negeri.
Karena itu, kolaborasi kuat antara aparat keamanan dan organisasi kemasyarakatan sangat diperlukan.
Di tengah tekanan ekonomi global, Sigit menyebut ekonomi Indonesia relatif stabil berkat program pemerintah, termasuk Misi Asta Cita.
Ia mengajak NU, Ansor, dan Banser untuk terus bersinergi dengan Polri hingga ke tingkat daerah.
Polri akan terus bekerja sama dengan masyarakat demi menjaga stabilitas nasional dan membangun Indonesia agar semakin maju.
GP Ansor dan Banser menilai posisi Polri di bawah Presiden penting untuk menjaga efektivitas komando dan stabilitas keamanan nasional.
Mereka siap menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat serta merawat persatuan bangsa.







