Berita

Gaza Kembali Diserang: Kesepakatan Damai Hamas-Israel Tak Bertahan Lama

83
×

Gaza Kembali Diserang: Kesepakatan Damai Hamas-Israel Tak Bertahan Lama

Sebarkan artikel ini
51dab67ffd5db50a4e9e40a7d6b265fa.jpg
51dab67ffd5db50a4e9e40a7d6b265fa.jpg

Gaza – Wilayah kantong Palestina, Gaza, kembali diguncang beberapa kali serangan udara Israel pada Kamis, 9 Oktober 2025, menyusul pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Insiden ini menyebabkan sedikitnya tujuh warga sipil terluka di berbagai lokasi, termasuk Zeitoun dan Khan Younis.

Pejabat Pertahanan Sipil Gaza, Mohammed Al-Mughayyir, mengungkapkan serangkaian ledakan terjadi di wilayah tersebut setelah kesepakatan tahap pertama rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Amerika Serikat diumumkan. Kesepakatan itu telah disepakati oleh kelompok perjuangan Palestina tersebut, bersama dengan Israel.

Sebelumnya, pada Rabu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama perjanjian damai Gaza. Hamas kemudian mengkonfirmasi telah mencapai kesepakatan yang mencakup penghentian perang di Jalur Gaza, penarikan pasukan Zionis Israel, pengiriman bantuan kemanusiaan, serta pertukaran tahanan.

“Sejak kesepakatan kerangka kerja gencatan senjata yang diusulkan di Gaza diumumkan tadi malam, sejumlah ledakan telah dilaporkan, terutama di wilayah-wilayah Gaza utara,” kata Al-Mughayyir.

Sumber-sumber medis melaporkan empat warga sipil terluka dalam serangan Israel yang menargetkan beberapa wilayah di permukiman Zeitoun, Kota Gaza. Kepulan asap tebal terlihat membubung dari area-area yang menjadi sasaran.

Di Jalur Gaza selatan, tentara Israel juga menembaki berbagai wilayah di Khan Younis, menyebabkan tiga orang terluka. Pesawat tempur dan artileri Israel tak henti-hentinya membombardir beberapa area di seluruh wilayah kantong tersebut, khususnya permukiman Tel Hawa dan Sabra di Kota Gaza.

Saksi mata juga melaporkan tembakan keras dan terus-menerus terjadi di Kota Gaza, meskipun belum ada informasi mengenai korban jiwa dari insiden spesifik tersebut.

Serangan Israel terbaru ini terjadi meskipun kesepakatan gencatan senjata telah dicapai pada Kamis dini hari antara Hamas dan Israel di kota Sharm el-Sheikh, Mesir. Perjanjian tersebut didasarkan pada rencana 20 poin yang diajukan oleh Trump dan pertama kali diumumkan pada 29 September. Rencana itu meliputi pembebasan semua tawanan Israel dengan imbalan tahanan Palestina, gencatan senjata, pelucutan senjata Hamas, dan pembangunan kembali Gaza.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan hampir 67.200 warga Palestina di daerah kantong tersebut, dengan mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Pengeboman tanpa henti telah menjadikan Gaza sebagian besar tidak dapat dihuni, menyebabkan kelaparan dan penyakit yang meluas di kalangan penduduk.