Berita

Eks Kajari Jakbar Dicopot, Kekayaannya Jadi Sorotan Publik

136
×

Eks Kajari Jakbar Dicopot, Kekayaannya Jadi Sorotan Publik

Sebarkan artikel ini
dbf656556b15cb14323c79fad8b328f5.jpg
dbf656556b15cb14323c79fad8b328f5.jpg

Jakarta – Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Pengawasan telah menjatuhkan sanksi pencopotan jabatan terhadap Hendri Antoro, mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat. Hendri kini dibebastugaskan sebagai jaksa dan ditempatkan di bagian tata usaha selama satu tahun. Sanksi ini diberikan menyusul dugaan penerimaan uang Rp 500 juta yang berasal dari penilapan barang bukti.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan sanksi tersebut pada Kamis, 1 Oktober 2025. “Benar, sudah dicopot dari jabatan dan jaksanya,” ujar Anang saat dikonfirmasi.

Pencopotan Hendri merupakan imbas skandal dugaan penerimaan uang Rp 500 juta. Dana tersebut diduga merupakan hasil penilapan barang bukti yang dilakukan oleh anak buahnya, Azam Akhmad Akhsya, dalam perkara investasi bodong robot trading Fahrenheit. Uang itu diduga diberikan Azam kepada Hendri melalui Plh Kasi Pidum/Kasi BB Kejari Jakarta Barat, Dody Gazali, pada Desember 2023.

Namun, Hendri Antoro membantah telah menerima uang tersebut. “Saya tidak tahu dan tidak pernah mempergunakan untuk saya. Untuk selebihnya silakan Kejagung yang berkompeten jawab,” kata Hendri melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Saat ini, posisi Kajari Jakarta Barat telah diisi oleh Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jakarta, Haryoko Ari Prabowo, yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Selain kepada Hendri, Azam juga diduga membagikan uang hasil kejahatannya kepada sejumlah jaksa lainnya.

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan Hendri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per Februari 2025, total kekayaannya tercatat sebesar Rp 1,542 miliar. Berikut rincian harta kekayaan Hendri Antoro:

Tanah dan Bangunan Rp 1,8 miliar

  1. Tanah seluas 114 m2 di Kabupaten/Kota Bantul, hasil sendiri Rp 1 miliar
  2. Tanah seluas 3.000 m2 di Kabupaten/Kota Bantul, hasil sendiri Rp 450 juta
  3. Tanah dan bangunan seluas 1.000 m2/350 m2 di Kabupaten/Kota Bantul, hasil sendiri Rp 350 juta

Alat Transportasi Rp 350 juta

  1. Motor Vario tahun 2013, hasil sendiri Rp 5 juta
  2. Mobil, Chevrolet SPIN MPV tahun 2014, hasil sendiri Rp 85 juta
  3. Mobil, Innova tipe V tahun 2017, hasil sendiri Rp 260 juta

Harta Bergerak Lainnya Rp 7 juta

Kas dan Setara Kas Rp 235 juta

Utang Rp 850 juta