Sidoarjo – Sebanyak 17 jenazah korban robohnya Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur hingga saat ini.

Tim terus bekerja keras mencocokkan data ante mortem dan post mortem untuk mempercepat proses identifikasi.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes M Khusnan, menjelaskan tim menggabungkan data dari keluarga korban, seperti catatan medis, gigi, sidik jari, dan properti pribadi, dengan hasil pemeriksaan jenazah.

Pada Senin (6/10) malam, delapan kantong jenazah berhasil diidentifikasi. Tujuh di antaranya berisi jenazah utuh, sementara satu kantong berisi bagian tubuh.

Salah satu korban, Moh Dafin, bahkan teridentifikasi dari dua kantong jenazah yang berbeda.

Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Wahju Hadijati, menambahkan beberapa jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

“Ada yang terpisah antara badan dan anggota tubuh lainnya, namun hasil pencocokan memastikan itu satu orang,” kata Wahju.

Berikut daftar 17 korban yang telah teridentifikasi:

  1. Maulana Alfan Ibrahimavic, 15 tahun, Surabaya.
  2. Muhammad Soleh, 22 tahun, Bangka Belitung.
  3. Muhammad Mashudulhaq, 14 tahun, Surabaya.
  4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, 17 tahun, Surabaya.
  5. M Agus Ubaidillah, 14 tahun, Surabaya.
  6. Firman Noor, 16 tahun, Surabaya.
  7. M Azka Ibadurrahman, 13 tahun, Surabaya.
  8. Daul Milal, 15 tahun, Surabaya.
  9. Nurudin, 13 tahun, Bangkalan.
  10. Ahmad Rijalul Haq, 16 tahun, Surabaya.
  11. Moh Royhan Mustofa, 17 tahun, Bangkalan.
  12. Abdul Fattah, 18 tahun, Sampang.
  13. Wasiur Rohib, 17 tahun, Surabaya.
  14. Mohammad Aziz Pratama Yudistira, 16 tahun, Bekasi.
  15. Moh Dafin, 13 tahun, Semarang.
  16. M Ali Rahbini, 19 tahun, Sampang.
  17. Sulaiman Hadi, 15 tahun, Bangkalan.

Tim DVI masih terus berupaya mengidentifikasi korban lainnya dari total 59 kantong jenazah yang telah diterima.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *