Jakarta – Kabar duka menyelimuti. Duta Besar RI untuk Filipina, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia, Minggu (8/2/2026) malam.
Mantan Gubernur Lemhannas itu wafat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Agus Widjojo menghembuskan nafas terakhir pukul 20.15 WIB.
Informasi duka ini diterima melalui pesan singkat.
“Innalillahi Wainnailaihi Rajiun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihu wa’fuanhu.”
“Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 Februari 2026, jam 20.15, di RSPAD Gatot Subroto, suami/Papa/Bapak kami: Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.”
Almarhum juga menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Filipina, merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau.
“Semoga Almarhum diterima amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, ketabahan dan kesabaran. Aamiin YR.”
Agus Widjojo lahir pada 8 Juni 1947.
Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Lemhannas pada 15 April 2016 hingga 12 Januari 2022.
Agus juga pernah menjadi Wakil Ketua MPR mewakili Fraksi TNI/Polri periode 2001–2003.
Saat itu, ia menggantikan Hari Sabarno yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri.
Agus memimpin Fraksi TNI/Polri untuk mundur dari parlemen.
MPR 1999-2004 menjadi periode terakhir TNI/Polri berada di parlemen.
Kariernya di militer dimulai saat lulus dari AKABRI tahun 1970.
Ia seangkatan dengan dua mantan KSAD, Subagyo Hadi Siswoyo dan Tyasno Sudarto.
Agus adalah putra dari Pahlawan Revolusi, Mayjen TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo.
Sutoyo gugur pada peristiwa G30S.
Saat menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (SESKO TNI), ia bertanggung jawab untuk restrukturisasi doktrin politik dan keamanan TNI.
Agus Widjojo berperan penting dalam pembaruan militer.
Pada 1998, ia berpendapat militer seharusnya keluar dari politik.
Pada 1998, Agus Widjojo dan Susilo Bambang Yudhoyono diminta menyiapkan konsep reformasi TNI.
Konsep tersebut dinamakan “Paradigma Baru TNI”.













