Selat Hormuz – Amerika Serikat resmi memberlakukan blokade angkatan laut terhadap seluruh kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran di jalur perairan strategis Selat Hormuz mulai Senin (14.00 GMT). Kebijakan ini segera memicu dampak instan dengan berbaliknya arah dua kapal tanker yang sempat mendekati kawasan tersebut.
Data pelacakan kapal real-time dari MarineTraffic mencatat dua kapal tanker, yakni Rich Starry dan Ostria, mendadak mengubah haluan sesaat sebelum memasuki area selat. Kapal Rich Starry berbendera Malawi yang berangkat dari Sharjah, Uni Emirat Arab, dilaporkan berbalik arah hanya beberapa menit setelah mendekati titik blokade. Langkah serupa juga diambil oleh kapal tanker Ostria berbendera Botswana sepanjang 175 meter.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade ini diterapkan secara tidak memihak bagi kapal dari negara mana pun yang berinteraksi dengan pelabuhan maupun wilayah pesisir Iran, termasuk yang berada di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Keputusan tegas ini diambil menyusul perintah Presiden AS Donald Trump yang meminta Angkatan Laut AS untuk menutup akses di Selat Hormuz. Langkah ini dipicu oleh kemarahan Washington setelah negosiasi damai mengenai ambisi nuklir Iran di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.
Sebelumnya, Iran telah melayangkan protes keras terkait kehadiran kapal militer di kawasan tersebut. Pemerintah Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ada.







