Ekonomi

DSSA Akuisisi Entitas XL Axiata Senilai Rp4 Triliun

12
×

DSSA Akuisisi Entitas XL Axiata Senilai Rp4 Triliun

Sebarkan artikel ini
84eef4dca5000eb69020cc53def87b2b.jpg
84eef4dca5000eb69020cc53def87b2b.jpg

Jakarta – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) resmi melebarkan sayap bisnisnya di sektor telekomunikasi melalui akuisisi saham PT Bali Media Telekomunikasi (BMT).

Aksi korporasi bernilai jumbo tersebut menelan dana investasi mencapai Rp 4 triliun.

Pengambilalihan saham ini dilakukan oleh emiten di bawah naungan Grup Sinarmas milik Franky Oesman Widjaja tersebut pada [Kamis, 2 Juli 2026].

Berdasarkan data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, transaksi pengalihan saham tersebut tercatat efektif per [Senin, 29 Juni 2026].

Total saham yang dialihkan mencapai 11.193.772.120 lembar saham.

Saham tersebut sebelumnya dimiliki oleh PT Infinity Investama dan PT Prima Mas Abadi.

PT Bali Media Telekomunikasi sendiri memegang peranan strategis sebagai pemilik 24,56 persen saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Kepemilikan tersebut tercatat dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per akhir Mei 2026.

Manajemen DSSA menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat struktur bisnis perseroan.

“Transaksi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur bisnis, memperluas cakupan kapabilitas bisnis, dan mempercepat integrasi ekosistem infrastruktur digital dan teknologi DSSA melalui integritas aset, jaringan, teknologi dan kompetensi yang saling melengkapi,” ujar manajemen dalam keterangan resminya.

Perusahaan melihat adanya urgensi di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Meningkatnya penetrasi internet serta percepatan transformasi digital menuntut ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang lebih andal.

DSSA menekankan bahwa penciptaan nilai tambah saat ini tidak lagi bisa hanya mengandalkan layanan yang berdiri sendiri.

Perseroan kini fokus pada pengembangan ekosistem digital yang terintegrasi secara menyeluruh.

Saat ini, DSSA telah memiliki portofolio bisnis yang mencakup layanan internet, pusat data atau data center, serta beragam solusi digital lainnya.

Akuisisi ini diproyeksikan akan memperluas rantai nilai bisnis perusahaan secara signifikan.

Fokus utama pengembangan ke depan mencakup solusi internet untuk kebutuhan antarperusahaan atau business-to-business (B2B).

Selain itu, perseroan juga membidik segmen korporasi serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan portofolio yang kian lengkap, DSSA optimistis mampu menghadirkan layanan end-to-end bagi pelanggan.

Layanan tersebut mencakup konektivitas, infrastruktur digital, hingga teknologi bernilai tambah tinggi.

DSSA juga memastikan bahwa transaksi ini masuk dalam kategori transaksi afiliasi.

Hal ini dikarenakan seluruh entitas yang terlibat berada di bawah kendali langsung maupun tidak langsung Franky Oesman Widjaja.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat daya saing jangka panjang perseroan di industri yang semakin dinamis.

Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi portofolio aset dan peningkatan kapabilitas digital demi mendukung transformasi pelanggan.