Ekonomi

Belarus Siap Pasok Pupuk dan Alat Pertanian ke Indonesia

11
×

Belarus Siap Pasok Pupuk dan Alat Pertanian ke Indonesia

Sebarkan artikel ini
511afe1451c878fedc2aaabb08a28363.jpg
511afe1451c878fedc2aaabb08a28363.jpg

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko resmi meluncurkan peta jalan kerja sama bilateral untuk periode 2026 hingga 2030.

Langkah strategis ini difokuskan pada penguatan sektor pertanian modern serta pengembangan industri pendukung ketahanan pangan nasional.

Kedua pemimpin negara menyepakati kolaborasi intensif yang mencakup penyediaan pupuk, mesin pertanian, serta alih teknologi.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam dokumen resmi yang menjadi acuan utama pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan.

Dalam keterangan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/7), Presiden Lukashenko menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung sektor pangan Indonesia.

“Kami siap menyalurkan pupuk lebih besar lagi, alat pertanian, teknik pertanian, dan sebagainya,” ujar Lukashenko.

Belarus tidak hanya menawarkan pasokan komoditas, tetapi juga membuka peluang transfer pengetahuan kepada tenaga teknis asal Indonesia.

Program pelatihan ini dirancang agar tenaga ahli lokal mampu mengoperasikan sekaligus mengembangkan teknologi pertanian secara mandiri di masa depan.

Dukungan tersebut juga mencakup kemitraan dengan perusahaan manufaktur besar asal Belarus, seperti produsen alat berat BelAZ serta produsen traktor asal Minsk.

Presiden Prabowo Subianto menyambut baik tawaran tersebut sebagai upaya nyata untuk mempercepat agenda swasembada pangan.

Menurut Presiden, kemitraan ini krusial untuk meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat rantai pasok pangan domestik.

“Di bidang ketahanan pangan, kami bertekad untuk terus meningkatkan kerja sama,” tegas Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi dalam pengembangan teknologi pertanian dan industri alat berat.

Selain sektor pertanian, kedua negara juga menyoroti pentingnya implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA).

Presiden Prabowo memberikan apresiasi khusus kepada Belarus yang telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai pintu pembuka bagi peningkatan volume ekonomi yang lebih signifikan antara kedua negara.

Pemerintah Indonesia melihat adanya peluang besar untuk memperluas investasi serta pembentukan perusahaan patungan atau joint venture.

Sektor yang menjadi prioritas dalam rencana investasi ini meliputi industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, hingga agroindustri.

“Di bidang industri, kami melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan joint venture antara pelaku usaha kedua negara,” ujar Prabowo.

Pengembangan kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional masing-masing negara dalam jangka panjang.

Sinergi antara kapabilitas industri Belarus dan kebutuhan pasar Indonesia diyakini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kompetitif.

Peta jalan 2026–2030 ini menjadi landasan formal bagi kedua negara untuk memperdalam integrasi ekonomi yang lebih terarah dan berkelanjutan.