Tangerang – Komisi V DPR RI menyoroti kerusakan jalan di Tol Jakarta-Tangerang. Kondisi ini dinilai membahayakan pengendara, apalagi jelang mudik Lebaran 2026.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menerima banyak aduan masyarakat. Aduan itu terkait kondisi jalan rusak di ruas tol tersebut.
“Kerusakan jalan cukup parah sampai masyarakat tidak tahan lagi dan akhirnya menyampaikan langsung ke Komisi V,” kata Huda, Jumat (13/3).
Huda menambahkan, pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruas Tol Jakarta-Tangerang. Ruas tol ini banyak dikeluhkan masyarakat.
Dari sidak, ditemukan sejumlah titik ruas jalan tol dan arteri yang rusak serius. Kondisi paling parah ada di ruas Tol Jakarta-Tangerang yang dikelola Jasa Marga.
Huda mengingatkan seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol.
Komisi V telah membentuk panitia kerja (Panja) khusus untuk mengawasi pemenuhan standar tersebut. “Ada 16 indikator dalam SPM yang harus dipenuhi oleh semua BUJT,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan jalan tol tidak bisa dianggap sepele. Hal ini berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.
Huda mendesak Kementerian PUPR, Kemenhub, serta operator jalan tol untuk mempercepat perbaikan. Arus mudik Lebaran sudah semakin dekat.
“Dalam jangka pendek harus ada percepatan perbaikan,” paparnya.
Huda juga meminta BPJT menindak tegas operator jalan tol yang tidak memenuhi standar pelayanan minimum. Termasuk kemungkinan pemberian sanksi.
Operator jalan tol beralasan kerusakan dipicu kendaraan ODOL. Namun, Huda menegaskan alasan tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran.
“Apapun alasannya, kerusakan jalan tol yang membahayakan pengguna tidak bisa ditoleransi,” tegas Huda.








