Sehat

Diyakini Membawa Mala Petaka, Ibu Hamil Bersalin di Hutan

543
×

Diyakini Membawa Mala Petaka, Ibu Hamil Bersalin di Hutan

Sebarkan artikel ini
kesehatan
Ibu Hamil di dalam Befak. Foto : Internet

FENESIA – Ibu hamil pada dasarnya membutuhkan pelayanan prima, dikarenakan kondisinya yang riskan dan dapat mengancam kesehatan bahkan nyawa bayi atau sang ibu.

Lain halnya di Papua, ibu hamil yang akan bersalin diasingkan ke hutan. Disebuah gubuk sederhana yang terbuat dari daun yang biasa disebut Befak. Ibu hamil ini akan tinggal di gubuk sendirian hingga bersalin tanpa penjagaan.

Kebiasaan ini dilakukan karena orang papua percaya darah bersalin itu dapat membawa mala petaka. Darah yang menempel ke lantai rumah dapat membawa kesialan nantinya.

Dilansir dari detikhealth.com, Roy Purba selaku Kepala Puskesmas Distrik Ambatkuy, Kabupaten Boven Digoel menceritakan, bahwa ibu hamil diasingkan ke hutan hingga bersalin ini karena kepercayaan orang pupua akan darah persalinan dapat membawa musibah.

“Sudah menjadi adat orang pupua Ibu hamil akan diasingkan dihutan dengan gubuk sederhana. Disana ibu hamil akan ditinggal sendirian tanpa penjagaan, sehingga rawan terjadi komplikasi,”ujar Roy

kesehatan
Ibu hamil di dalam Befak. Foto : Internet

Masyarakat papua yang masih mempertahankan budaya mereka menjadi tantangan sendiri bagi Dinas Puskemas setempat. Tidak jarang tenaga kesehatan  mengajak Ibu hamil agar dapat datang ke Puskesmas. Ini bertujuan agar persalinan dapat aman.

Beberapa masyarakat papua mulai beralih untuk bersalin di puskesmas. Tidak sedikit masih memertahankan budaya mereka dengan mengasingkan diri di hutan.