Berita

Diskon Transportasi Pacu Mobilitas, Pemerintah Genjot Stimulus Ekonomi

141
×

Diskon Transportasi Pacu Mobilitas, Pemerintah Genjot Stimulus Ekonomi

Sebarkan artikel ini
diskon-transportasi-akhir-tahun-dongkrak-mobilitas,-penumpang-kereta-capai-1,09-juta-orang
diskon transportasi akhir tahun dongkrak mobilitas, penumpang kereta capai 1,09 juta orang

Jakarta – Pemerintah memacu stimulus ekonomi di pengujung 2025. Tujuannya, menjaga daya beli masyarakat dan menopang ekonomi saat libur akhir tahun.

Stimulus ini berupa diskon transportasi, percepatan bansos, dan relaksasi UMKM.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut diskon tiket kereta api hingga 30% berlaku 22 Desember-10 Januari.

Realisasi penumpang kereta api mencapai 1.093.231 orang hingga 26 Desember. Anggaran terserap 83,36% dari target.

Diskon 20% juga diberikan untuk angkutan laut Pelni (17 Desember-10 Januari).

Targetnya 405.881 penumpang. Realisasi hingga 26 Desember: 273.674 orang (67,4%) senilai Rp17,2 miliar.

Sektor penyeberangan ASDP juga mendapat diskon 19%.

Realisasi hingga 26 Desember: 89.982 kendaraan dan 235.556 penumpang (sekitar 18%).

Diskon tiket pesawat 13-14% juga diberikan.

Kebijakan ini diharapkan mendorong mobilitas 3.598.590 penumpang.

Pemerintah mempercepat penyaluran bansos untuk menjaga konsumsi.

BLT Kesera disalurkan ke 29.912.362 KPM (dari target awal 35,05 juta keluarga).

Penyaluran BLT Kesera dibatasi hingga 29 Desember 2025.

Bantuan tunai bencana juga disalurkan bagi korban banjir dan longsor di Sumatra.

Bantuan Rp8 juta per keluarga untuk perbaikan rumah dan pemulihan ekonomi.

Santunan keluarga korban meninggal Rp15 juta, luka berat Rp5 juta.

Bantuan logistik berupa beras 10 kg/bulan, uang lauk pauk Rp300.000-Rp450.000, dan uang tunggu hunian Rp600.000 juga diberikan.

Relaksasi KUR pascabencana diberikan untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Pembayaran bunga dan cicilan seluruh KUR UMKM di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat dimoratorium.

Skema khusus disiapkan untuk debitur KUR baru.

Bunga KUR 0% pada 2026, naik jadi 3% pada 2027, dan kembali ke 6% pada 2028.

Pemerintah memonitor percepatan pemulihan ekonomi di daerah terdampak.