Ecozone

Daftar Saham Pembagi Dividen Jumbo Saat IHSG Mulai Bangkit

9
×

Daftar Saham Pembagi Dividen Jumbo Saat IHSG Mulai Bangkit

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,58 persen di tengah momentum penguatan pasar modal.

Jakarta – Investor di pasar modal Indonesia kini memiliki peluang strategis untuk mengoptimalkan keuntungan melalui dividen di tengah tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,58% pada Senin (27/7/2026).

Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia, momentum kenaikan indeks yang sempat bertahan selama 14 hari perdagangan berturut-turut hingga 21 Juli 2026 ini memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk mengejar pendapatan dividen selain menargetkan keuntungan dari selisih harga saham atau capital gain.

Sejumlah emiten berkapitalisasi besar tercatat telah menyalurkan dividen dengan nilai signifikan dari laba Tahun Buku 2025, termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Selain emiten perbankan dan telekomunikasi, perusahaan sektor komoditas dan konsumer seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), hingga PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turut membagikan dividen kepada pemegang saham.

PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan nilai dividen terbesar dengan total Rp 44,47 triliun atau Rp 376,96 per saham melalui dividend payout ratio sebesar 79%.

PT Bank Central Asia Tbk menyusul dengan total pembagian dividen sebesar Rp 41,3 triliun atau Rp 336 per saham dengan tingkat payout ratio mencapai 72%.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk membagikan dividen senilai Rp 21,99 triliun dengan dividend payout ratio mencapai 123,5%, melampaui laba bersih tahunan yang dibukukan perusahaan.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, merekomendasikan enam saham dengan kombinasi prospek dividen dan potensi kenaikan harga yang menarik, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), BMRI, BBCA, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), TLKM, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

“BBRI masih menjadi pilihan utama karena memiliki profitabilitas yang kuat, fundamental yang solid, serta rekam jejak pembagian dividen yang konsisten,” kata Nafan Aji Gusta.

Mengenai prospek BMRI, Nafan Aji Gusta menilai bahwa emiten tersebut mampu menghasilkan laba tinggi dengan kualitas aset yang terjaga serta dukungan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan.

Terkait BBCA, Nafan Aji Gusta menyebutkan bahwa meski dividend yield tidak setinggi bank besar lainnya, kualitas laba, likuiditas, dan model bisnis yang defensif menjadikan saham tersebut pilihan tepat bagi investor jangka panjang.

Investor saat ini juga dapat mencermati emiten yang dijadwalkan membagikan dividen dalam waktu dekat, salah satunya PT AKR Corporindo Tbk yang akan mendistribusikan dividen interim sebesar Rp 1 triliun atau Rp 50 per saham pada 14 Agustus 2026.

Selain itu, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel menjadwalkan pembayaran dividen tunai sebesar Rp 2,08 triliun atau Rp 25,6 per saham kepada para pemegang saham.

Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor dan artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.