Jakarta – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengkritik jawaban Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terkait anggaran pasar murah di Monas.
Jawaban singkat Teddy, “Pokoknya ada,” dinilai tidak transparan.
Direktur Keadilan Fiskal CELIOS, Media Askar Wahyudi, menyoroti pentingnya akuntabilitas pemerintah dalam pengelolaan anggaran.
“Sebagai pejabat pemerintah, seharusnya tidak menyepelekan pertanyaan soal anggaran,” ujar Media, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, ini menyangkut uang publik yang wajib dipertanggungjawabkan.
Media menekankan masyarakat berhak tahu sumber anggaran, baik dari APBN, APBD, maupun sponsor.
Tanpa transparansi, pengelolaan anggaran berpotensi tidak benar.
Minimnya keterbukaan membuka celah penyalahgunaan anggaran.
CELIOS menyoroti potensi mark-up harga, biaya logistik fiktif, hingga pengadaan tidak wajar.
Peran Teddy yang dinilai di luar kewenangan teknis anggaran juga disinggung.
CELIOS menekankan transparansi anggaran sebagai prinsip dasar tata kelola pemerintahan yang baik.
Pemerintah diharapkan memberikan penjelasan rinci dan terbuka kepada publik.







