Padang – Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang menyatakan komitmen untuk membantu Kota Padang bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November lalu.
Hal ini ditegaskan dalam pertemuan antara Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, Selasa (30/12/2025).
Pertemuan tersebut membahas percepatan penanganan dampak bencana.
Fokus utama adalah kerusakan infrastruktur sungai dan sumber air baku.
Wali Kota Fadly Amran menekankan urgensi penanganan pascabencana.
“Langkah cepat dan terkoordinasi sangat vital,” kata Fadly, mengharapkan dukungan BWS Sumatera V.
Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menyatakan kesiapannya mendukung penuh upaya pemulihan.
“Kami telah memetakan sejumlah lokasi prioritas,” ungkap Naryo.
Lokasi utama yang menjadi perhatian adalah Batang Kuranji, Air Dingin, Batu Busuak, dan Nanggalo.
Skema penanganan meliputi rehabilitasi infrastruktur sungai dan perbaikan Intake air baku.
BWS Sumatera V akan memanfaatkan mekanisme tanggap darurat dan program rehab-rekon.
Naryo menargetkan penanganan darurat selesai dalam tiga bulan ke depan.
“Kegiatan yang sudah memiliki perencanaan teknis akan segera diusulkan,” jelasnya.
Naryo Widodo menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Padang dan partisipasi aktif masyarakat.
Dukungan terkait ketersediaan lahan di sepanjang bantaran sungai sangat krusial.
“Penanganan bencana ini bersifat Urgent,” pungkasnya.
Kolaborasi yang solid diharapkan mempercepat proses pemulihan Kota Padang.












