BeritaTravel

Bupati Probolinggo Gerak Cepat: Kejar Pencuri, Lindungi Wisatawan Bromo!

148
×

Bupati Probolinggo Gerak Cepat: Kejar Pencuri, Lindungi Wisatawan Bromo!

Sebarkan artikel ini
bupati-probolinggo-respons-soal-koper-turis-thailand-dicuri-di-bromo
bupati probolinggo respons soal koper turis thailand dicuri di bromo

Probolinggo – Bupati Probolinggo, Mohammad Haris (Gus Haris), merespons pencurian koper turis Thailand di Gunung Bromo. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pencurian terjadi saat rombongan turis berlibur, Minggu (15/2). Kendaraan mereka diparkir di pendopo Kecamatan Sukapura.

Gus Haris menyampaikan keprihatinannya, Senin (16/2). “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam,” ujarnya.

Bromo, menurutnya, adalah destinasi wisata unggulan. Keamanan wisatawan harus jadi prioritas.

“Bromo adalah wajah pariwisata kita,” tegasnya. “Setiap wisatawan yang datang bukan sekadar tamu, melainkan sahabat yang harus kita jaga bersama.”

Pencurian ini menjadi alarm untuk memperketat keamanan. “Pariwisata hanya akan tumbuh jika wisatawan pulang dengan rasa aman, nyaman, serta membawa cerita baik tentang Probolinggo,” kata Gus Haris.

Ia berharap kejadian ini tidak membuat wisatawan trauma. Evaluasi dan pengawasan akan diperketat. “Bromo tidak hanya harus indah dipandang, tetapi juga harus aman dirasakan,” imbuhnya.

Jhonni, agen travel yang mendampingi turis, menjelaskan kronologi kejadian. Rombongan diantar ke Bromo dengan minibus.

Saat tiba di pendopo, sopir dan wisatawan turun sejenak. Koper dan barang-barang disimpan di mobil yang terkunci.

Namun, saat kembali, pintu mobil sulit dibuka. “Saat dibuka, kondisi di dalam sudah berantakan,” kata Jhonni. “Koper yang semula tersusun rapi sudah acak-acakan. Setelah dicek, tujuh koper hilang.”

Barang berharga seperti paspor, uang tunai, dan perangkat elektronik hilang.

Kathuma Puk, salah satu korban, mengaku sangat kecewa. Paspornya ikut raib, menyulitkan kepulangannya. “Saya sangat kecewa dengan apa yang telah saya alami,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembar Mertadana, menyatakan laporan telah diterima dan penyelidikan intensif dilakukan. “Laporan sudah kami terima,” kata Made. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangani kasus ini.”