Ecozone

Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lampaui Ketentuan HET

9
×

Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lampaui Ketentuan HET

Sebarkan artikel ini
5f82d9567550cc797bbc67997f59db4d.jpg
5f82d9567550cc797bbc67997f59db4d.jpg

Jakarta – Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk mematok harga ekspor beras ke Malaysia di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) domestik. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan komoditas pangan nasional memiliki nilai jual tinggi guna menyejahterakan petani serta meningkatkan devisa negara.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa potensi harga ekspor nantinya diproyeksikan melebihi tawaran awal dari Malaysia yang berada di kisaran Rp16.000 per kilogram.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, harga yang kita ekspor harus menguntungkan petani, bangsa, dan negara,” ujar Rizal di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Sebagai langkah konkret, Bulog bersama jajaran Kementerian Pertanian dijadwalkan bertolak ke Sarawak, Malaysia, setelah perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mematangkan skema perdagangan, termasuk memastikan kuota ekspor dan kesepakatan harga final.

Selain soal harga, Bulog juga tengah memfinalisasi mekanisme pengiriman beras. Pembahasan teknis yang akan dilakukan mencakup opsi pengiriman antar pelabuhan (port to port) atau skema pembelian langsung di Pelabuhan Priok, Jakarta.

“Kami akan berdiskusi lebih lanjut dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional untuk menentukan mekanisme yang paling efektif dan menguntungkan,” tambah Rizal.

Strategi ekspor ini dilakukan di tengah upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan regional. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara khusus telah mengingatkan manajemen Bulog agar tidak menjual beras ke luar negeri dengan harga murah.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian nasional. Saat ini, HET beras premium di Indonesia sendiri masih berada di kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, bergantung pada zonasi wilayah yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional. Bulog optimistis bahwa penetapan harga ekspor yang kompetitif akan memperkuat daya tawar produk pangan Indonesia di pasar internasional.

7aa57aaa6c45db8706865aeb132f0d77.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini dengan koreksi tipis di tengah tekanan eksternal dan domestik yang masih membayangi pasar. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), indeks melemah 0,56% ke level 6.127,38, sekaligus mencerminkan tren hati-hati investor sepanjang pekan. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut pergerakan IHSG dalam sepekan dipengaruhi kombinasi sentimen…