Tual – Anggota Brimob berinisial Bripda MS ditangkap. Ia diduga menganiaya seorang siswa MTSN, AT (14), hingga tewas.
Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, menyatakan Bripda MS telah ditetapkan sebagai tersangka.
Berikut fakta-fakta terkait kasus ini:
1. Pemukulan dengan Helm
AT, seorang siswa MTS Negeri Maluku Tenggara, tewas bersimbah darah. Diduga akibat hantaman helm dari Bripda MS.
Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Marren, dekat Universitas Uningrat Kota Tual, Kamis (19/2) pagi.
Kakak korban, Nasri Karim (15), menjelaskan bahwa mereka melintas di lokasi balap liar yang dijaga Brimob setelah sahur.
Saat melintasi turunan, motor mereka melaju kencang.
“Saat itu anggota Brimob melompat dari atas trotoar dan memukul muka korban dengan helm, korban terjatuh, kepala korban terbentur aspal, darah keluar dari mulut dan hidung,” kata Nasri.
2. Sempat Dibawa ke RS
AT sempat dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun. Sayangnya, nyawanya tak tertolong.
Nasri menyebut AT dievakuasi dengan kondisi kepala tergantung dan diperlakukan tidak manusiawi.
Ia juga mengaku diinterogasi dan dipaksa mengaku ikut balapan liar.
3. Tuntutan Keluarga
Keluarga AT menuntut Bripda MS dihukum seberat-beratnya.
“Kami minta dipecat,” ujar Moksen Ali, keluarga korban.
“Kami akan kawal dan menuntut pelaku, kami prihatin, mestinya anak kami ditegur atau dibina bukan dianiaya hingga tewas,” tambahnya.
4. Tersangka
Bripda MS telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolres Tual mengatakan barang bukti seperti helm taktis dan sepeda motor telah diamankan.
Pihaknya berkoordinasi dengan Bid Propam Polda Maluku terkait hukuman yang akan diberikan.
Bripda MS dijerat Pasal 35 juncto Pasal 14 UU Perlindungan Anak dan Pasal 474 ayat 3 KUHP.
5. Permohonan Maaf Mabes Polri
Mabes Polri menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Mereka berjanji akan menindak tegas Bripda MS.
“Polri menyampaikan permohonan maaf atas tindakan individu Polri tersebut yang tidak sejalan dengan nilai nilai Tribrata dan Catur Prasetya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.
Polri juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.








