Berita

Bobby Adhityo: Indonesia Butuh Matra Siber TNI untuk Hadapi Ancaman Perang Modern

93
×

Bobby Adhityo: Indonesia Butuh Matra Siber TNI untuk Hadapi Ancaman Perang Modern

Sebarkan artikel ini
bobby-adhityo:-indonesia-butuh-matra-siber-tni-untuk-hadapi-ancaman-perang-modern
bobby adhityo: indonesia butuh matra siber tni untuk hadapi ancaman perang modern

Bogor – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Bobby Adhityo Rizaldi, mendesak pembentukan Matra Siber TNI sebagai pilar keempat pertahanan negara. Desakan ini muncul di tengah ancaman serangan siber yang semakin nyata.

Bobby menyampaikan hal ini saat sidang promosi doktoral di Universitas Pertahanan RI, Sentul, Bogor, Senin (8/9/2025).

Menurut Bobby, perang modern telah merambah ruang siber dan mampu melumpuhkan sistem komando militer, sektor energi, hingga infrastruktur vital.

“Jika kita tidak menyiapkan matra siber yang kuat, kedaulatan dan keamanan nasional akan terus berada dalam risiko,” tegas Bobby.

Disertasi Bobby menganalisis berbagai insiden siber global, termasuk serangan malware Stuxnet dan konflik siber Georgia-Rusia. Data BSSN mencatat hampir satu miliar anomali serangan siber pada 2022.

Bobby memaparkan tiga pilar Matra Siber TNI: kekuatan (100 personel ahli siber, anggaran Rp48 triliun), gelar (integrasi dalam struktur TNI, latihan gabungan siber), dan kemampuan (deteksi dini, respon cepat, ketahanan).

“Matra siber adalah kunci untuk menjamin kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi pertahanan,” ujarnya.

Bobby mengingatkan, banyak negara telah mengakui siber sebagai domain perang resmi. Indonesia tidak boleh menjadi target empuk dan harus segera membangun matra siber.

Disertasi Bobby mengintegrasikan strategi CIA triad, kerangka NIST, dan pendekatan Basic Acts of Reconnaissance (BAR). Ia juga mengajukan kerangka Sixware sebagai fondasi pembangunan matra siber.

Bobby menekankan, pembentukan Matra Siber TNI harus berjalan beriringan dengan pembaruan regulasi, penguatan BSSN, dan kerja sama internasional.

Sidang promosi ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.