Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah pesawat tempur dan persenjataan modern kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subianto di Landasan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyerahkan enam unit jet tempur Multirole Combat Aircraft (MRCA) Rafale, empat unit pesawat angkut Falcon 8X, serta satu unit pesawat Airbus A400M MRTT. Selain itu, turut diserahkan radar Ground Control Intercept (GCI) dan persenjataan canggih berupa Smart Weapon Hammer dan rudal Meteor.

Jet Rafale merupakan pesawat tempur bermesin ganda yang dapat beroperasi dari kapal induk maupun pangkalan darat. Pesawat ini dirancang untuk berbagai misi tempur udara, mulai dari superioritas udara, pertahanan udara, dukungan jarak dekat, serangan in-depth, pengintaian, serangan anti-kapal, hingga pencegahan nuklir. Rafale memiliki bentang sayap 10,90 meter, panjang badan 15,30 meter, dan tinggi 5,30 meter dengan bobot kosong sekitar 10 ton. Kecepatan maksimum pesawat ini mencapai Mach 1,8 dengan plafon terbang hingga 50.000 kaki.

Prabowo menjelaskan, Rafale dilengkapi 14 titik gantung senjata dan dapat mengoperasikan berbagai persenjataan, termasuk rudal udara-ke-udara MICA dan senjata presisi udara-ke-darat HAMMER.

Sementara itu, Falcon 8X adalah jet bisnis jarak jauh yang mampu terbang hingga 11.945 kilometer tanpa henti. Pesawat tiga mesin ini memiliki panjang 24,46 meter dan rentang sayap 26,29 meter. Falcon 8X ditenagai mesin Pratt & Whitney Canada PW307D dan mampu terbang hingga ketinggian 51.000 kaki dengan kecepatan jelajah maksimum Mach 0,90.

Pesawat angkut Airbus A400M MRTT merupakan pesawat bermesin turboprop empat unit yang menggabungkan kemampuan terbang jarak jauh dengan muatan berat. Pesawat ini mampu mengangkut muatan maksimum 37 ton dengan ruang kargo bervolume 340 meter kubik. Kecepatan jelajah maksimumnya mencapai Mach 0,72 pada ketinggian hingga 40.000 kaki. A400M dapat mengangkut 54 prajurit beserta 9 palet, kontainer ISO hingga 40 kaki, serta mendukung misi penerjunan pasukan dan evakuasi medis.

Radar GCI yang diserahkan adalah tipe GM403 Ground Control Intercept buatan Thales, Prancis, dengan jangkauan hingga 450 km. Radar ini mampu mendeteksi objek dari ketinggian sangat tinggi hingga rendah dan merupakan hasil kolaborasi antara PT Len Industri dan Thales, dengan kontrak yang ditandatangani pada April 2022.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *