Jakarta, 13 Juni – Ponsel Blackberry, yang berjaya di era 2000-an, kini kembali digandrungi oleh Generasi Z (Gen Z) di tengah dominasi ponsel pintar berbasis Android dan iPhone. Fenomena ini ditandai dengan ramainya tagar #blackberry di TikTok, yang telah digunakan lebih dari 127 ribu kali, menampilkan video-video Gen Z yang memamerkan perangkat Blackberry mereka.
Ketertarikan Gen Z terhadap Blackberry dipicu oleh rasa jenuh terhadap ponsel pintar dan harga Blackberry yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan iPhone baru. Sebagian Gen Z juga melihat tren ini sebagai bagian dari gerakan anti-ponsel pintar untuk meningkatkan interaksi sosial di dunia nyata dan mengurangi kecanduan konten digital.
Kolumnis teknologi asal Montreal, Pascal Forget, berpendapat bahwa ponsel pintar tidak lagi memberikan kesenangan seperti dulu. Ia menyebutkan bahwa kesenangan awal menggunakan ponsel pintar kini berubah menjadi kecanduan, sehingga mendorong orang untuk kembali ke masa-masa sederhana dengan menggunakan perangkat yang lebih sederhana. “Dulu menyenangkan, tapi sekarang orang kecanduan, jadi mereka ingin kembali ke masa-masa sederhana dengan menggunakan perangkat yang lebih sederhana,” ujarnya.
Sebuah studi dari Pew Research Center tahun 2024 menunjukkan bahwa hampir setengah dari remaja saat ini merasa selalu terhubung secara daring, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan satu dekade lalu yang hanya 24 persen. Beberapa remaja bahkan melaporkan merasakan getaran palsu dari notifikasi ponsel pintar dan melakukan pengecekan ponsel secara refleks.
Charlie Fisher, seorang mahasiswa berusia 20 tahun, menceritakan pengalamannya mengganti iPhone miliknya dengan ponsel lipat sebagai bagian dari detoks digital. Ia mengaku tidak menyesali keputusannya tersebut. “Saya melihat segala sesuatu seperti saat saya masih kecil,” ungkapnya, menjelaskan perubahan gaya hidupnya tanpa ponsel pintar. Fisher menambahkan bahwa ia kini lebih menghargai dunia nyata dan emosinya.







