Ecozone

BI Pacu Pembiayaan Hijau dengan Insentif Rp36,38 Triliun ke Bank

139
×

BI Pacu Pembiayaan Hijau dengan Insentif Rp36,38 Triliun ke Bank

Sebarkan artikel ini
d4ee732dc56c46bcc464da6d99e8a4ca.jpg
d4ee732dc56c46bcc464da6d99e8a4ca.jpg

Badung – Bank Indonesia (BI) telah menyalurkan insentif makroprudensial sebesar Rp36,38 triliun hingga 1 November 2025 kepada bank yang membiayai sektor-sektor berkelanjutan. Komitmen BI dalam mendukung pembiayaan hijau ini juga diwujudkan melalui penanaman 1.000 pohon bakau di Bali baru-baru ini serta pembelian kredit karbon, sebagai upaya menyeimbangkan emisi yang dihasilkan dari kegiatan ekonomi.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa insentif makroprudensial ini merupakan kebijakan strategis untuk mendorong pembiayaan hijau. Ini melengkapi inisiatif lain yang bertujuan mengimbangi emisi yang timbul dari aktivitas ekonomi.

“Seluruh kebijakan dan inisiatif ini kami susun untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Destry di Badung, Bali, Senin (24/11/2025).

Pada Ahad sebelumnya, BI melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon bakau di Kawasan Konservasi Maritim Teluk Benoa, Bali. Secara akumulasi di seluruh Indonesia, BI telah menanam 37 ribu pohon guna mengurangi emisi karbon. Bank sentral juga membeli kredit karbon sebanyak 150 ton COe untuk mengompensasi emisi dari kegiatan ekonomi.

Destry menambahkan, upaya pengimbangan emisi karbon juga dilakukan BI dengan mendampingi 159 UMKM hijau. Pendampingan ini meliputi pengembangan usaha dan fasilitasi business matching pembiayaan.

Perihal pembiayaan hijau, Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia Nita Anastuty menyatakan bahwa minat industri perbankan terus meningkat. BI berupaya memperkuat sisi permintaan pembiayaan hijau, termasuk dari sektor UMKM, dengan membuat pedoman hijau khusus untuk UMKM.

“Ini Alhamdulillah juga sudah dijadikan acuan oleh beberapa perbankan untuk menyalurkan hijaunya,” ungkap Nita.

Menurut Nita, upaya pengimbangan emisi ini merupakan salah satu inisiasi bank sentral untuk mendukung program pemerintah menuju emisi nol bersih (net zero emission) pada tahun 2060.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Bali I Made Rentin mengatakan, penanaman seribu pohon mangrove di kawasan pesisir pada Ahad lalu menjadi bukti nyata komitmen bersama memperkuat ekosistem mangrove. Ekosistem ini berfungsi sebagai paru-paru pesisir Bali yang berperan penting menyerap karbon, melindungi dari abrasi, serta menjadi habitat bagi beragam biota laut.

“Melalui kerja sama ini, kita memastikan bahwa pembangunan dan aktivitas ekonomi Bali tetap berada pada jalur keberlanjutan,” ujarnya.

I Made menilai langkah BI yang mengompensasi pengeluaran emisi dari kegiatan ekonomi menunjukkan bahwa upaya menggerakkan ekonomi dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. Menurutnya, langkah ini juga berpotensi direplikasi di daerah-daerah lain.

“Ini sangat selaras dengan agenda daerah Provinsi Bali yang menekankan pada penguatan tutupan hutan, pemulihan ekosistem, pengurangan emisi berbasis lahan, serta percepatan rehabilitasi mangrove sebagai penyerap karbon yang efektif sekaligus pelindung alami kawasan pesisir,” kata dia.