Ambon – Bentrokan antar warga pecah di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (2/1) pagi. Dua orang tewas dan enam lainnya luka-luka.
Peristiwa ini melibatkan warga Desa Longgar dan Desa Apara, Kecamatan Aru Selatan.
Korban tewas adalah Antoni Sareman dan Hery Marlisa (40).
Korban luka dari Desa Longgar adalah Aleksander Djontar, Abdul Haji Rahantan, dan Laurensia Jerwy.
Sementara dari Desa Apara, korban luka adalah Remon Onaola, Muharam Difinubun, dan Karel Gwejor.
Kejadian bermula saat dua warga Desa Longgar hendak membeli miras di Desa Apara, Kamis (1/1).
Di perbatasan desa, mereka dihadang sekelompok pemuda.
Keduanya dipukul dan melarikan diri.
Kemudian, mereka mengajak sepuluh pemuda mencari pelaku pemukulan.
Bentrokan pun pecah di perbatasan desa.
Warga saling serang menggunakan parang, senapan angin, dan busur panah.
Pendeta sempat mencoba melerai, namun gagal.
Aksi saling serang berlanjut di lapangan Bola SMA Negeri 8.
Anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga sempat melerai.
Jumat (2/1) pagi, bentrokan kembali terjadi.
Warga Desa Apara menyerang warga Desa Longgar.
Pemicu bentrokan diduga masalah lahan di perbatasan desa.
Kapolres Aru membenarkan kejadian ini.
30 personel Brimob dan Polres dikerahkan ke lokasi.
Bupati Kepulauan Aru juga turun tangan.
Ia mengumpulkan tokoh masyarakat untuk mengimbau warga menahan diri.
“Saya meminta warga yang bertikai untuk menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum dan menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang memecah belah persaudaraan,” ujar Bupati.
Situasi di perbatasan desa berangsur membaik setelah kedatangan personel keamanan.












