Batusangkar – Bencana alam dahsyat berupa banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang menerjang Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan satu lainnya hilang.
BPBD Tanah Datar melaporkan, bencana yang terjadi hingga Sabtu (30/11/2025) pukul 16.00 WIB ini juga mengakibatkan empat warga mengalami luka-luka.
Jumlah pengungsi terus bertambah signifikan, mencapai 7.814 orang.
Kecamatan Batipuh Selatan menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai 6.895 jiwa. Puluhan rumah dilaporkan rusak dan ratusan hewan ternak hanyut terbawa arus.
Kerusakan signifikan juga melanda Kecamatan Batipuh dan X Koto, meliputi rumah warga, fasilitas umum, hingga infrastruktur jembatan.
Berikut data kerusakan yang berhasil dihimpun:
* Rumah hanyut: 66 unit
* Rumah rusak berat: 298 unit
* Rumah rusak sedang: 86 unit
* Rumah rusak ringan: 89 unit
* Hewan ternak hanyut: 12 kolam ikan
* Jembatan putus: 13 unit
* Jembatan rusak berat: 10 unit
* Jalan rusak berat: 29 titik
* Jalan rusak ringan: 5 titik
* Fasilitas umum terdampak: 15 titik
* Irigasi rusak: 32 titik
* Lahan pertanian rusak: 448,51 hektare
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus berupaya melakukan evakuasi warga, membuka akses jalan yang tertutup longsor, serta mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah-wilayah yang terisolasi.
Upaya pencarian terhadap satu korban hilang masih terus berlangsung.
Posko Utama Penanggulangan Bencana di Batusangkar menjadi pusat komando dan informasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan darurat ini.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.







