Jakarta – Bank Mandiri resmi menghadirkan fitur QR Antar Negara pada aplikasi Livin’ by Mandiri yang kini dapat digunakan untuk bertransaksi di Korea Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara sejalan dengan inisiatif Bank Indonesia.
Melalui fitur ini, nasabah dapat melakukan pembayaran di berbagai merchant di Korea Selatan yang memiliki logo SeoulPay hanya dengan memindai QR berstandar QRIS. Transaksi dapat diselesaikan secara real-time tanpa perlu menukar uang tunai.
SVP Digital Retail Banking Group Bank Mandiri, Yanto Masyap, menyatakan bahwa inovasi ini merupakan sinergi terintegrasi antara industri keuangan dan regulator. Layanan ini dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi yang praktis, aman, dan efisien bagi nasabah saat berada di luar negeri.
“Inovasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi di luar negeri. Kehadiran QR Antar Negara di Korea Selatan juga memperluas akses penggunaan QRIS untuk kebutuhan harian seperti kuliner dan belanja,” ujar Yanto dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4/2026).
Sebelumnya, layanan QR Antar Negara dari Bank Mandiri telah tersedia di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang. Pengembangan ini menjadi keunggulan berkelanjutan bagi Livin’ by Mandiri sebagai platform digital yang terus beradaptasi dengan kebutuhan nasabah.
Selain kemudahan QR, nasabah juga diberikan fleksibilitas sumber dana, mulai dari rekening tabungan hingga kartu kredit Mandiri. Bank Mandiri juga menyediakan layanan pembukaan rekening multicurrency dalam mata uang won (KRW) yang terhubung dengan Mandiri Debit, serta fasilitas tarik tunai di ATM berlogo Visa di seluruh Korea Selatan tanpa konversi kurs.
Hingga Februari 2026, Livin’ by Mandiri mencatatkan kinerja solid dengan lebih dari 38,5 juta pengguna dan total nilai transaksi mencapai Rp 802 triliun. Pengguna fitur QR Bayar tercatat mencapai 9,2 juta, tumbuh 23 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi yang melonjak 43 persen menjadi Rp 38,9 triliun.












