Tangerang – Banjir menyebabkan 15 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tangerang, Banten, diliburkan.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan secara daring.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, mengatakan sekolah yang terdampak banjir berada di wilayah utara Kabupaten Tangerang.
“Untuk SD ada 12 sekolah yang terdampak, sedangkan SMP ada tiga sekolah,” kata Agus, Kamis (15/1).
Guru-guru di sekolah yang terdampak juga menerapkan sistem _work from anywhere_ (WFA).
Mereka tetap membuat jadwal piket untuk memantau sekolah.
Penghentian KBM tatap muka ini dilakukan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Kami sudah membuat surat edaran kepada kepala sekolah yang sekolahnya terdampak cuaca ekstrem atau terdampak banjir dan membahayakan siswa, maka dianjurkan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” ujar Agus.
Pihaknya akan melakukan mitigasi untuk mencegah banjir berulang.
Upaya itu termasuk pembuatan lubang resapan biopori dan normalisasi saluran air.
“Kita akan buat biopori untuk serapan – serapan air, dan mungkin kita juga akan menormalisasi saluran-saluran di sekolah yang rawan banjir itu,” tuturnya.







