Parigi Moutong – Gelombang tinggi menerjang pesisir Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebabkan banjir rob di enam desa. Ratusan warga terdampak akibat peristiwa ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong langsung bergerak melakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Rob ini peristiwa berulang, dan kami sudah melakukan upaya penanganan di lapangan,” kata Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, Senin (8/12).
Banjir rob ini melanda desa-desa yang tersebar di tiga kecamatan.
Di Kecamatan Moutong, desa yang terdampak adalah Desa Labuan, Desa Moutong Timur, dan Desa Moutong Barat.
Kemudian, di Kecamatan Tomini, banjir rob juga merendam Desa Tingulang dan Desa Tomini Barat.
Sementara itu, di Kecamatan Palasa, Desa Palasa Tengah juga dilaporkan mengalami dampak serupa.
Berdasarkan data terbaru, Desa Labuan menjadi wilayah dengan dampak terparah, dengan 116 Kepala Keluarga (KK) atau 379 jiwa terdampak.
Di Desa Moutong Timur, satu rumah warga dilaporkan rusak berat dan dua rumah lainnya mengalami rusak ringan.
“Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi di Kecamatan Moutong. Fasilitas umum juga tidak ada yang rusak,” jelas Rivai.
Di Dusun 1 Desa Tingkulang, 17 KK dengan 59 jiwa terdampak, dan dua orang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.
Dusun 1 Desa Tomini Barat mencatat 11 KK dengan 32 jiwa terdampak, serta 25 rumah rusak ringan.
Di Dusun 2, 27 KK dengan 117 jiwa juga terdampak, dan dua unit rumah di Desa Tingkulang mengalami rusak ringan.
“Desa Palasa Tengah kurang lebih 40 KK dengan jumlah jiwa 160 orang menjadi korban banjir rob. Fasilitas umum seperti SD Inpres 5 Palasa dan Paud Tunas Bangsa 2 Palasa juga ikut terdampak,” tambahnya.
BPBD mengimbau warga pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob, terutama dengan adanya cuaca ekstrem yang memicu peningkatan muka air laut.
Meskipun situasi masih terkendali, BPBD belum menyalurkan bantuan logistik. Namun, bantuan serupa telah disalurkan pada bulan November lalu akibat kejadian serupa.







