Berita

* Banjir Longsor Tapteng Renggut Nyawa, Ribuan Rumah Terendam * Hujan Badai Picu Banjir Longsor, Tapteng Evakuasi Warga * Tapteng Diterjang Banjir: Evakuasi Berjalan, Bantuan Mengalir * Banjir dan Longsor Landa Tapteng, BMKG Beri Peringatan * Cu

188
×

* Banjir Longsor Tapteng Renggut Nyawa, Ribuan Rumah Terendam * Hujan Badai Picu Banjir Longsor, Tapteng Evakuasi Warga * Tapteng Diterjang Banjir: Evakuasi Berjalan, Bantuan Mengalir * Banjir dan Longsor Landa Tapteng, BMKG Beri Peringatan * Cu

Sebarkan artikel ini
banjir-bandang-terjang-tapteng:-4-warga-tewas,-ribuan-rumah-terendam
banjir bandang terjang tapteng: 4 warga tewas, ribuan rumah terendam

Tapanuli Tengah – Empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Bencana ini juga menyebabkan ribuan rumah terendam.

Hujan badai yang melanda wilayah tersebut sejak Minggu (23/11) menjadi pemicu utama bencana ini.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengungkapkan bahwa banjir bandang masih berlangsung hingga saat ini. “Cuaca ekstrem mengakibatkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di berbagai titik,” ujarnya, Selasa (25/11).

Longsor yang terjadi di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, menimbun sejumlah rumah warga.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat, sebanyak 1.902 keluarga terdampak banjir di Tapanuli Tengah.

Banjir ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak 17 November hingga 22 November 2025.

Kecamatan Kolang menjadi wilayah dengan dampak terparah, dengan 1.261 keluarga menjadi korban banjir. Selain itu, Kecamatan Sarudik (338 keluarga), Pandan (150 keluarga), Lumut (78 keluarga), Barus (65 keluarga), dan Tukka (10 keluarga) juga turut terdampak.

“Sedikitnya delapan kelurahan dan lima desa terdampak banjir,” kata perwakilan Pusdalops PB Sumut.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, bersama Basarnas, TNI, dan Polri, telah mengevakuasi warga terdampak ke tempat yang lebih aman. Bantuan logistik, dapur umum, dan layanan kesehatan juga telah disiapkan di lokasi evakuasi.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyatakan bahwa data ini masih bersifat sementara. Pemerintah setempat terus berkoordinasi, melakukan asesmen, dan mengevakuasi warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di pantai barat Sumatera Utara selama November-Desember 2025.