Berita

Banjir Ciliwung Rendam Jaktim, Pengungsi Bidara Cina Mulai Terserang Penyakit

97
×

Banjir Ciliwung Rendam Jaktim, Pengungsi Bidara Cina Mulai Terserang Penyakit

Sebarkan artikel ini
nestapa-korban-banjir-bidara-cina:-terserang-penyakit-di-pengungsian
nestapa korban banjir bidara cina: terserang penyakit di pengungsian

Jakarta Timur – Pengungsi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur mulai mengeluhkan masalah kesehatan. Batuk, pilek, dan gatal-gatal menjadi keluhan utama.

Lurah Bidara Cina, Suhartono, menyebut ada 18 pengungsi yang tidak sehat. Kondisi ini menjadi perhatian serius.

“Rata-rata mengeluhkan batuk, pilek, dan gatal-gatal,” ujarnya, Jumat (30/1).

Banjir paling parah melanda RW 11 dan RW 7. Sementara RW 5 dan RW 6 terdampak lebih ringan.

“Wilayah yang terdampak cukup signifikan ada di RW 11 dan RW 7, sedangkan RW 5 dan RW 6 terdampak namun tidak terlalu parah,” jelas Suhartono.

Akibat banjir, 83 KK dengan total 284 jiwa terpaksa mengungsi.

Pengungsi tersebar di beberapa lokasi. Di antaranya kantor Kelurahan Bidara Cina, SDN 05 Bidara Cina, Gedung SKKT Kelurahan Bidara Cina, Masjid Jami Al Abror RW 11, serta GOR Otista.

Puskesmas Bidara Cina menerjunkan tiga petugas untuk memberikan layanan kesehatan.

Penyakit muncul akibat paparan air banjir, cuaca lembap, dan sanitasi yang terbatas.

Petugas puskesmas melakukan pemeriksaan, memberikan obat-obatan, dan edukasi kebersihan.

Bantuan juga disalurkan dari Pemkot Jakarta Timur dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, termasuk logistik dan pangan.

“Makanan sudah disiapkan dan akan dibagikan siang hari serta malam nanti,” kata Suhartono.

Petugas gabungan bersiaga di seluruh titik pengungsian. Mereka memantau kondisi warga, terutama kelompok rentan.

BPBD Jakarta Timur mencatat, luapan Kali Ciliwung menyebabkan banjir sejak Kamis (29/1) hingga Jumat (30/1) pagi.

Banjir berdampak pada dua RW dengan total ratusan jiwa.

Banjir terjadi di Jalan Baiduri Bulan RW 03 RT 12 serta RW 11 RT 06 dan RT 12. Sebanyak 55 KK atau sekitar 185 jiwa terdampak.

“Di RW 03 RT 12 terdapat 25 KK dengan 75 jiwa terdampak. Sementara di RW 11 RT 06 dan RT 12 ada 30 KK dengan total 110 jiwa,” kata Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur, Ali Kojim.

Banjir disebabkan luapan Kali Ciliwung akibat tingginya debit air kiriman.

Ketinggian air mulai terpantau sejak Rabu (28/1) sore dan terus meningkat hingga puncaknya pada Jumat dini hari.

Pada Kamis (29/1) dini hari, air naik hingga 100 cm dan terus meningkat menjadi 110 cm hingga siang hari.

Sempat surut hingga 60 cm, ketinggian air kembali fluktuatif hingga malam.

Situasi memburuk pada Jumat (30/1) dini hari. Ketinggian air naik signifikan dari 60 cm menjadi 130 cm, lalu mencapai 170 cm.