Berita

ASDP Siapkan Layanan Optimal Penyeberangan Lebaran 2026

109
×

ASDP Siapkan Layanan Optimal Penyeberangan Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
merak–bakauheni-jadi-barometer-kelancaran-mudik-lebaran-2026
merak–bakauheni jadi barometer kelancaran mudik lebaran 2026

Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kesiapannya untuk Angkutan Lebaran 2026. Fokus utama adalah kelancaran penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni.

Lintasan ini menjadi barometer mobilitas mudik nasional. Kedua pelabuhan adalah gerbang utama antara Jawa dan Sumatera.

Kapasitas layanan ditingkatkan melalui sistem tiket daring Ferizy. Kuota awal Merak–Bakauheni mencapai lebih dari 1,5 juta tiket.

Jumlah ini berpotensi bertambah mendekati puncak arus mudik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menempatkan Banten dalam lima besar wilayah dengan pergerakan tertinggi. Potensi pergerakan mencapai 11,17 juta orang.

Kemenhub menyiapkan 255 kapal dengan kapasitas 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan di 15 lintas penyeberangan.

Lima titik delaying system disiapkan menuju Pelabuhan Merak. Lokasinya di Rest Area KM 13 A, KM 43 A, KM 68 A, Cikuasa Atas, dan JLS Ciwandan.

Lima jalur penyeberangan disiapkan sebagai contingency plan. Jalur tersebut adalah Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, dan PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang.

“Pelabuhan Ciwandan–Pelindo melayani kendaraan roda dua, kendaraan kecil, dan truk,” ujar Dudy.

KBS menjadi alternatif menuju Pelabuhan Panjang. Merak khusus untuk kendaraan pribadi dan bus. Bojonegara melayani truk besar.

“Strateginya adalah memecah arus dengan mengoptimalkan empat pelabuhan di Banten,” kata Dudy.

ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 5,8 juta orang. Angka ini meningkat 9,4 persen.

Pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit, naik 9,3 persen.

ASDP optimistis layanan penyeberangan akan lancar. Konektivitas logistik juga dipastikan terjaga.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan kesiapan layanan. Penguatan armada, pelabuhan, sistem operasional, dan koordinasi intensif dilakukan.

Tujuannya agar perjalanan aman, nyaman, dan tertib. Pelayanan optimal menjadi prioritas.