Ecozone

Arif Satria Pamit dari BRIN, Wariskan Proyek Rp3 Triliun di IPB

107
×

Arif Satria Pamit dari BRIN, Wariskan Proyek Rp3 Triliun di IPB

Sebarkan artikel ini
46427f783b574cfc739ad08b15dd349f.jpg
46427f783b574cfc739ad08b15dd349f.jpg

Bogor – Masa kepemimpinan Arif Satria sebagai Rektor IPB University secara resmi berakhir pada Rabu (3/12/2025), meninggalkan jejak transformasi signifikan dan “pekerjaan rumah” (PR) ambisius bernilai triliunan rupiah bagi kepemimpinan selanjutnya. Momen perpisahan yang diliputi haru ini sekaligus menandai transisinya menuju jabatan baru sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditunjuk langsung oleh Presiden RI.

Di hadapan ribuan dosen dan tenaga kependidikan, Arif Satria memaparkan capaian luar biasa IPB University selama hampir delapan tahun di bawah kepemimpinannya. Institusi ini tidak hanya berhasil menembus peringkat 300 dunia dari sebelumnya di kisaran 750-800, tetapi juga mencatatkan lompatan finansial dan komitmen kuat terhadap kesejahteraan sivitas akademika.

Dalam pidato pamungkasnya di Grha Widya Wisuda, Arif Satria menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama sebuah institusi. “Membangun integritas berarti membangun trust. Kepercayaan antar-sesama menjadi modal penting bagi kemajuan ekonomi bangsa,” tegasnya.

Ia menyerukan agar semua dilakukan demi institusi. “Trust ditambah kapabilitas minus agenda pribadi harus tetap kita jaga. Semua harus dilakukan demi institusi. IPB harus menjadi yang utama,” pesannya, mengingatkan seluruh sivitas akademika untuk selalu meletakkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi.

Salah satu warisan paling menonjol dari kepemimpinan Arif Satria adalah peningkatan pesat peringkat IPB University di kancah global. Dari posisi #750–800 dunia pada awal periode 2017, IPB sukses melesat hingga menembus peringkat 300 dunia pada akhir masa kepemimpinannya di 2025.

Tidak hanya itu, IPB juga mengukir prestasi gemilang dalam THE Interdisciplinary Science Rankings, meraih peringkat ke-42 dunia dan tetap menjadi nomor satu di Indonesia. Pencapaian ini, menurut Arif Satria, adalah hasil dari semangat kolektif seluruh warga IPB.

Meskipun telah beralih tugas, Arif Satria menitipkan “PR” besar untuk kepemimpinan rektor selanjutnya. Ia memaparkan deretan proyek strategis IPB University periode 2026–2029 dengan total nilai yang mendekati Rp3 triliun.

Proyek-proyek strategis tersebut mencakup pembangunan Laboratorium Penyimpanan Material Genetik (Biobank), Rice Innovation Center (RICE), dan Laboratorium Bengkel Engineering. Juga, penyelesaian Laboratorium Center of Excellence (CoE) Pangan dan Gizi Nasional untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penguatan ekosistem halal melalui Halal Science Center yang ditargetkan menjadi terbesar di Asia Tenggara, pembangunan Gedung Common Class Room (CCR) Kampus Baranangsiang, Asrama New Ekasari, Food and Agribusiness Education Service, serta Integrated Milk Processing Laboratory, turut menjadi bagian dari ambisi ini.

Transformasi kepemimpinan Arif Satria juga menyentuh aspek kesejahteraan sivitas akademika dan tata kelola keuangan. IPB berkomitmen meningkatkan jaminan kesehatan, pendidikan, bantuan pangan, bahkan berencana menghadirkan kantin murah bagi pegawai mulai awal tahun 2026.

Secara finansial, Dana Abadi IPB University mencatat peningkatan signifikan, kini mencapai Rp357 miliar dan ditargetkan menyentuh Rp500 miliar pada tahun depan. Komitmen akademik juga terlihat dari hampir seluruh dosen IPB, 99,9 persen di antaranya, telah memenuhi Beban Kerja Dosen (BKD). Semua capaian ini, menurutnya, adalah hasil semangat kolektif untuk terus memberi manfaat dan menjadikan IPB selalu digdaya.