Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, mendesak pemerintah agar merespons pelemahan nilai tukar rupiah dengan memperkuat sektor-sektor produktif nasional.
Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tengah dinamika pasar global.
Amin berpendapat bahwa depresiasi mata uang dapat menjadi peluang untuk memacu pertumbuhan ekonomi jika dibarengi dengan peningkatan devisa serta produktivitas.
“Fokus kita bukan meratapi rupiah yang melemah, melainkan mengejar ekonomi yang kuat. Kita harus mampu mengubah tantangan itu menjadi peluang,” ujar Amin di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, pelemahan rupiah membuat biaya layanan wisata di Indonesia menjadi lebih murah dan kompetitif bagi wisatawan mancanegara.
Ia mendorong pemerintah menjadikan sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif.
Pengembangan destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas infrastruktur, keamanan, serta promosi internasional.
Selain pariwisata, Amin menekankan pentingnya memperkuat ekspor melalui percepatan hilirisasi industri.
Komoditas seperti sawit, perikanan, kopi, hingga produk industri kreatif harus memiliki nilai tambah tinggi agar mampu bersaing di pasar global.
“Hilirisasi harus terus dipercepat agar Indonesia tidak lagi hanya menjual bahan mentah,” tegasnya.
Di sisi lain, ia meminta pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis guna menjaga daya tahan ekonomi domestik.
Amin mengingatkan bahwa stabilitas ekonomi makro tetap menjadi prioritas utama agar inflasi terkendali dan daya beli masyarakat terjaga.
Ia turut mendorong sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku usaha dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Amin menegaskan bahwa kekuatan ekonomi suatu negara ditentukan oleh kemampuan menghasilkan barang dan jasa yang kompetitif, bukan sekadar fluktuasi mata uang.
“Jika potensi sumber daya alam dan bonus demografi dikelola optimal, pelemahan rupiah bisa menjadi momentum transformasi menuju ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan,” pungkas politisi Fraksi PKS tersebut.







