Solo – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadi Jokowi, Sumber, Banjarsari, Solo, Minggu (28/9). Pertemuan berlangsung tertutup selama satu jam.
Ahmad Ali mengungkapkan pertemuannya dengan Jokowi adalah untuk bersilaturahmi dan meminta nasihat.
“Sama lah, teman-teman ini datang dari daerah ketemu Pak Jokowi. Sebagai rasa respect, kangen. Ya minta nasihat kepada beliau,” kata Ahmad Ali usai pertemuan.
Usai pelantikan pengurus, Ahmad Ali menegaskan PSI akan tetap mendukung pemerintahan Prabowo Subianto.
Ia juga memastikan kader PSI siap membantu pemerintah.
“PSI harus tetap mendukung pemerintahan untuk mensukseskan program-program pemerintahan Pak Prabowo Subianto. PSI jangan menjadi problem, jangan menjadi beban bagi pemerintah. Kader-kader PSI harus menjadi bagian yang membantu pemerintah,” tegasnya.
Ahmad Ali menepis anggapan bahwa kedatangannya untuk meminta Jokowi menjadi Dewan Pembina PSI.
Ia menyatakan hanya melaporkan hasil pelantikan pengurus DPP PSI kepada Jokowi.
“(Kedatangan minta Pak Jokowi jadi dewan pembina?) Oh, tidak tidak. Ini kan baru selesai pelantikan kemarin. Datang melaporkan setelah selesai pelantikan dan kemudian selanjutnya sebelum melangkah, pasti arahan-arahan dari beliau,” jelasnya.
Terkait inisial ‘Bapak J’ yang disebut-sebut sebagai Dewan Pembina PSI, Ahmad Ali enggan mengungkapkannya secara gamblang.
Ia mengatakan PSI akan mengumumkan hal tersebut di kemudian hari.
“(Inisial J?) Kenapa inisial J ditunda? Ya, kalau orangnya nggak datang kan bisa didatangkan. Kalau alasannya itu. Supaya nanti ada berita berikutnya,” ujarnya.
Ahmad Ali resmi dilantik sebagai Ketua Harian DPP PSI periode 2025-2030.
Ia menjelaskan keputusannya bergabung dengan PSI karena merasa dapat lebih berkembang di partai tersebut.
“Ya bagi saya partai PSI ini partai masa depan,” kata Ahmad Ali usai pelantikan di Jakarta Pusat, Jumat (26/9).







