Ecozone

Ini Dia Developer Game yang Cuan Saat Pandemi

658
×

Ini Dia Developer Game yang Cuan Saat Pandemi

Sebarkan artikel ini
developer
Logo Sony Interactive Entertainment Foto: Dok. Sony

FENESIA – Bermain game bisa dibilang salah satu opsi yang banyak dilakukan orang saat pandemi seperti sekarang.

Seperti yang dilansir oleh detikINET, berdasarkan laporan Newzoo Global Games Market Report 2020, mobile game mengalami peningkatan terbesar selama tahun ini dengan pendapatan US$ 77,2 miliar atau tumbuh sebesar 13,3% year on year. Sedangkan, developer game konsol mencatatkan pendapatan selama 2020 sebesar US$ 45,2 miliar atau tumbuh 6,8% year on year. Di sisi lain, game PC menghasilkan US$ 33,9 miliar tahun ini.

Berikut 3 developer game yang tetap untung meski di tengah pandemi.

Tencent

developer
Logo Tencent Foto: Esports ID

Dalam industri esports, Tencent terkenal sebagai pengembang PUBG Mobile. Mengutip dari Esports Observer, pada 2020 Tencent berhasil mencatatkan pendapatan bersih US$ 18,9 miliar di Q3 tahun 2020 dan laba bersih yang meningkat 85% year on year dari tahun 2019 hingga mencapai US$ 5,88 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebesar US$ 6,26 miliar didapatkan dari game online rilisannya, yang pendapatannya juga meningkat 45% year on year. Jumlah ini terutama didapatkan dari game Peacekeeper Elite dan Honor of Kings yang melebihi 100 juta pengguna harian rata-rata dalam sepuluh bulan pertama tahun 2020. Selain itu, PUBG Mobile dan Clash of Clans juga turut berkontribusi dalam peningkatan pendapatan ini.

Sony Interactive Entertainment

developer
Logo Sony Interactive Entertainment Foto: Dok. Sony

Sama seperti Tencent, Sony Interactive Entertainment (SIE) juga telah mengakuisisi banyak game developer lain, di antaranya adalah Insomniac Games, Sucker Punch yang pengembang game Ghost of Tsushima, hingga Naughty Dog yang mengembangkan The Last of Us Part II yang menjadi Game of the Year tahun 2020 di The Game Awards. Sony pun terkenal dengan konsolnya, PlayStation, yang telah ada sejak 1994.

Tak mengherankan bila Sony mencatatkan angka penjualan yang tinggi meski di tengah pandemi karena mereka memiliki banyak game eksklusif PlayStation dan konsolnya yang canggih. Angka ini tak hanya berasal dari penjualan game, namun juga dari penjualan konsolnya.

Mengutip dari Games Industry, SIE tumbuh kuat di awal pandemi. Pada Q1 2020 hingga Juni 2020, SIE mencatatkan pendapatan sebesar US$ 5,7 miliar, meningkat 32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nintendo

developer
Logo Nintendo Foto: Dok. Nintendo

Mengutip dari  CNN Business, perusahaan yang bermarkas di Kyoto ini telah mencatatkan laba operasi untuk paruh pertama tahun fiskal yang berakhir pada bulan September. Jumlahnya melonjak 209% menjadi 291,4 miliar yen Jepang atau sekitar US$ 2,8 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan pun naik 73% menjadi 769,5 miliar yen atau sekitar US$ 7,4 miliar.

Tak hanya itu, Nintendo juga berhasil menjual sekitar 12,5 juta konsol Nintendo Switch dalam rentang waktu April sampai September 2020, meningkat sampai 81% dibandingkan tahun 2019.

Dari ketiga developer game tersebut, selama pandemi ini lo main udah main yang mana aja nih, Feeners?