Berita

KPK Tangkap Bupati Pekalongan, Segel Kantor, Sita Aset, Usut Pengadaan

77
×

KPK Tangkap Bupati Pekalongan, Segel Kantor, Sita Aset, Usut Pengadaan

Sebarkan artikel ini
fakta-fakta-ott-bupati-pekalongan-fadia-arafiq,-sekda-ikut-ditangkap
fakta fakta ott bupati pekalongan fadia arafiq, sekda ikut ditangkap

Padang – KPK melakukan OTT pada Selasa (3/3) dini hari di Semarang, Jawa Tengah. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dan sejumlah aparatur pemerintahan terjaring.

Berikut fakta-fakta terkait OTT:

Tim KPK menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, beserta ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang. Penangkapan ini menindaklanjuti informasi dari masyarakat.

“Bahwa pada dini hari tadi tim mengamankan sejumlah tiga orang, salah satunya adalah Bupati Pekalongan dan dua pihak lainnya yang merupakan orang kepercayaan dan juga ajudan dari Bupati,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Sejumlah kantor di Pekalongan disegel, termasuk kantor bupati. Pintu kantor bupati yang terdapat foto Fadia disegel dengan kertas bertuliskan ‘DALAM PENGAWASAN KPK’.

Tulisan serupa juga ditemukan di sejumlah ruangan kepala dinas, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) dan kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Pekalongan.

Kasus ini berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). “Adapun dugaan tindak pidana korupsi dalam peristiwa tertangkap tangan ini adalah berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa,” ucap Budi.

“Salah satunya terkait dengan pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Jadi, ini diduga ada di beberapa dinas,” sambungnya.

Setelah pemeriksaan awal, 11 orang yang terdiri dari ASN Pemerintah Kabupaten Pekalongan dibawa ke Jakarta. Salah satunya adalah Sekretaris Daerah Mohammad Yulian Akbar.

KPK menyita Barang Bukti Elektronik (BBE) dan kendaraan roda empat dalam OTT tersebut.

Partai Golkar buka suara soal OTT terhadap kadernya, Fadia Arafiq. Sekjen Golkar Sarmuji menyatakan prihatin dan meminta kader lain untuk melaksanakan tugas sesuai koridor tata pemerintahan yang baik.

Sebanyak 14 orang yang tertangkap tangan diperiksa intensif. KPK juga telah melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum para pihak.

Penangkapan Fadia Arafiq merupakan OTT ketujuh KPK sepanjang 2026.

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (3/3) dini hari. Kali ini, OTT menjerat seorang kepala daerah dan aparatur pemerintahan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Berikut fakta-fakta terkait OTT tersebut:

Tim KPK menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, beserta ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang pada Selasa dini hari. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat.

“Bahwa pada dini hari tadi tim mengamankan sejumlah tiga orang, salah satunya adalah Bupati Pekalongan dan dua pihak lainnya yang merupakan orang kepercayaan dan juga ajudan dari Bupati,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Sejumlah kantor di Pekalongan disegel oleh KPK, termasuk kantor bupati.

Pintu kantor bupati yang terdapat foto Fadia disegel dengan kertas bertuliskan ‘DALAM PENGAWASAN KPK’.

Tulisan serupa juga ditemukan di sejumlah ruangan kepala dinas, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) dan kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Pekalongan.

OTT ini terkait dengan dugaan korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

“Adapun dugaan tindak pidana korupsi dalam peristiwa tertangkap tangan ini adalah berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa,” ujar Budi.

“Salah satunya terkait dengan pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Jadi, ini diduga ada di beberapa dinas,” sambungnya.

Setelah pemeriksaan awal di Pekalongan, KPK membawa 11 orang yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Pekalongan ke Jakarta. Salah satunya adalah Sekretaris Daerah Mohammad Yulian Akbar.

KPK juga menyita Barang Bukti Elektronik (BBE) dan kendaraan roda empat dalam OTT ini.

Partai Golkar buka suara terkait OTT terhadap Fadia Arafiq yang merupakan kader mereka.

Sekjen Golkar Sarmuji menyatakan prihatin dan menyesal atas kejadian ini. Ia meminta kader Golkar yang memegang jabatan publik untuk melaksanakan tugas sesuai koridor tata pemerintahan yang baik dan tidak melanggar hukum.

Sebanyak 14 orang yang tertangkap tangan diperiksa intensif di Kantor KPK. KPK juga telah melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum para pihak tersebut.

Penangkapan Fadia Arafiq merupakan OTT ketujuh yang dilakukan KPK sepanjang 2026.