Jakarta – Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP), Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh mantan Presiden AS, Donald Trump.
Pemerintah Indonesia menyatakan BoP sebagai solusi konflik Palestina-Israel, dengan tujuan memerdekakan Palestina.
Lembaga survei Median merilis hasil survei (23/2/2026) terkait BoP.
Survei dilakukan 10-14 Februari 2026, menggunakan kuesioner Google Form yang disebar di media sosial.
Targetnya adalah pengguna berusia 17-60 tahun ke atas.
Total 1.200 sampel digunakan, disebar proporsional terhadap populasi.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menjelaskan survei ini menggali persepsi pengguna media sosial di Indonesia.
“Survei menemukan 78,8 persen responden tahu tentang Dewan Perdamaian,” kata Rico (23/2/2026).
Namun, hanya 31,2 persen dari yang tahu, yang mengetahui detail tentang BoP.
Sementara 47,6 persen tahu atau pernah mendengar, tetapi tidak mengetahui detailnya.
Menurut Rico, bagi yang tahu, BoP dianggap sebagai forum tandingan PBB (20,2 persen).
Selain itu, BoP dianggap dibuat untuk menengahi konflik Palestina-Israel (18 persen).
Ada juga yang menganggap BoP sebagai forum buatan AS dan Trump (17,8 persen).
“Sebanyak 8,2 persen responden menjawab taktik Amerika dan Israel untuk menguasai Gaza,” ujar Rico.
“Dan 5,4 persen menjawab forum perdamaian dunia,” tambahnya.
Pertemuan Dewan Perdamaian dihadiri para pemimpin negara anggota di Washington, AS (19/2/2026).







