Berita

Iran Tembak Jatuh Helikopter dan Drone Tempur Amerika Serikat di Teluk

12
×

Iran Tembak Jatuh Helikopter dan Drone Tempur Amerika Serikat di Teluk

Sebarkan artikel ini
drone-mq-9-punya-as-ditembak-jatuh-iran,-ini-spesifikasi-canggihnya
drone mq 9 punya as ditembak jatuh iran, ini spesifikasi canggihnya

Jakarta – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak menyusul laporan mengenai kehancuran sejumlah aset militer milik Negeri Paman Sam.

Iran dilaporkan telah menembak jatuh sebuah helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat AS di kawasan Selat Hormuz. Tidak lama berselang, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengklaim telah berhasil melumpuhkan pesawat nirawak MQ-9 Reaper milik AS di wilayah selatan Provinsi Bushehr pada Rabu (10/6).

Pesawat nirawak yang jatuh di Bushehr tersebut merupakan platform Remotely Piloted Aircraft (RPA) yang diproduksi oleh kontraktor pertahanan asal AS, General Atomics Aeronautical Systems.

Berdasarkan data resmi Angkatan Udara AS, MQ-9 Reaper dirancang sebagai aset mutakhir yang memiliki fungsi utama untuk pengumpulan intelijen secara persisten di medan tempur. Drone ini juga dioptimalkan agar mampu menyasar target bergerak di darat dengan tingkat akurasi tinggi.

Secara teknis, pesawat nirawak ini memiliki bentang sayap sepanjang 20,1 meter, panjang bodi 11 meter, serta ketinggian mencapai 3,8 meter.

Dalam kondisi kosong, MQ-9 Reaper tercatat memiliki bobot sebesar 2.223 kilogram. Untuk mendukung durasi operasional yang panjang, pesawat ini dibekali tangki internal dengan kapasitas normal 4.000 pon atau setara 602 galon bahan bakar. Kapasitas tersebut bahkan dapat ditingkatkan hingga 6.000 pon pada varian jarak jauh.

Dengan konfigurasi tersebut, MQ-9 Reaper memiliki batas berat lepas landas maksimum hingga 4.760 kilogram atau setara 10.500 pon.

Pada sektor dapur pacu, drone ini mengandalkan mesin turboprop Honeywell TPE331-10GD. Unit mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga dorong maksimal hingga 900 shaft horsepower.

Kekuatan mesin ini memungkinkan Reaper memiliki radius jelajah standar mencapai 1.150 mil atau sekitar 1.000 mil laut. Kemampuan ini membuat pesawat dapat mengudara dalam durasi yang sangat lama guna memantau pergerakan lawan tanpa henti.

Sebagai mata-mata di langit, keunggulan operasional Reaper ditopang oleh sistem penargetan multi-spektral MTS-B. Perangkat sensor canggih ini mengintegrasikan kamera inframerah, kamera televisi siang hari monokrom dan berwarna, sensor inframerah gelombang pendek, alat penanda laser, hingga iluminator laser.

Kombinasi sensor optik jarak jauh dan radar apertur sintetis memungkinkan operator mendapatkan visualisasi medan tempur secara presisi dan seketika.

Selain menjalankan fungsi intai, platform udara ini mampu membawa kombinasi persenjataan presisi tinggi untuk menghancurkan target darat dengan meminimalisir dampak kerusakan kolateral. Kompartemen persenjataannya dirancang untuk memuat hingga delapan unit rudal udara-ke-darat AGM-114 Hellfire yang efektif melumpuhkan armada lapis baja.

MQ-9 Reaper juga memiliki kompatibilitas penuh untuk membawa berbagai jenis bom pintar berpemandu. Beberapa di antaranya meliputi GBU-12 Paveway II, GBU-38 Joint Direct Attack Munitions, GBU-49 Enhanced Paveway, serta GBU-54 Laser JDAM.