Berita

Ginjal dan Hati Gagal, Gajah Ratna di Sumut Akhirnya Mati

111
×

Ginjal dan Hati Gagal, Gajah Ratna di Sumut Akhirnya Mati

Sebarkan artikel ini
gajah-ratna-mati-di-rahmat-zoo-dan-park-sumut-diduga-gagal-fungsi-organ
gajah ratna mati di rahmat zoo dan park sumut diduga gagal fungsi organ

Medan – Kabar duka datang dari Rahmat Zoo & Park (R-Zoo & Park) di Serdangbedagai, Sumatera Utara. Seekor gajah Sumatra betina bernama Ratna ditemukan mati pada Sabtu (7/2).

Penyebab kematian Ratna adalah gangguan fungsi ginjal. Hal ini diperkuat oleh hasil pemeriksaan klinis, laboratorium, dan nekropsi.

Putra Ario dari R-Zoo & Park mengungkapkan bahwa Ratna juga mengalami gangguan fungsi hati dan komplikasi organ vital lainnya.

“Ratna mati saat menjalani perawatan intensif,” ujarnya, Rabu (11/2).

Ratna tiba di R-Zoo & Park pada 29 September 2025 bersama tiga gajah lainnya: Poppy (45 tahun), Uli (6 tahun), dan Lia (15 tahun).

Saat kedatangan, beberapa gajah terlihat kurus. Ratna, selain tua, juga memiliki luka menahun (fistula) di kaki depan kiri.

Penanganan Ratna terbilang sulit karena tidak bisa dikendalikan seperti gajah jinak lainnya. Setiap tindakan medis harus didahului pembiusan.

Pada 30 Oktober 2025, Ratna terdeteksi mengalami udema pada bagian abdomen. Sempat ada perbaikan setelah diberi vitamin dan terapi suportif pada 12 November 2025.

Namun, 1 Januari 2026, luka di kaki Ratna meradang lagi. Manajemen R-Zoo & Park merekomendasikan tindakan medis lanjutan.

R-Zoo & Park bekerja sama dengan BBKSDA Sumatera Utara dan dokter hewan eksternal. Setelah tindakan medis, luka membaik tapi belum optimal.

Hasil lab menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal. Ratna juga kehilangan nafsu makan dan minum.

Pemeriksaan darah menunjukkan gangguan fungsi hati. Disimpulkan, penyebab utama kematian Ratna adalah gangguan fungsi ginjal dan hati, serta gangguan organ vital lain.

Gangguan ginjal diduga multifaktoral, dipengaruhi kondisi fisik awal, usia, dan adaptasi lingkungan. Kondisi tubuh yang kurang optimal diduga membatasi kemampuan organ.

Akumulasi faktor tersebut menyebabkan penurunan fungsi organ bertahap.

Manajemen R Zoo & Park dan BBKSDA Sumatera Utara menyatakan penanganan telah sesuai prosedur medis dan kesejahteraan satwa.