Berita

Banjir Jakarta Lumpuhkan Puluhan RT dan Jalan, BPBD Sigap Bertindak

128
×

Banjir Jakarta Lumpuhkan Puluhan RT dan Jalan, BPBD Sigap Bertindak

Sebarkan artikel ini
update-banjir-jakarta:-37-rt-dan-12-jalan-masih-terendam
update banjir jakarta: 37 rt dan 12 jalan masih terendam

Jakarta – Banjir masih merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta pada Minggu malam (18/1).

BPBD DKI Jakarta mencatat, 37 RT dan 12 ruas jalan terendam akibat curah hujan tinggi.

Data terkini hingga pukul 20.00 WIB menunjukkan dampak banjir terparah berada di Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

Di Jakarta Barat, 19 RT terendam dengan ketinggian air 10-50 cm.

Sementara itu, 11 RT di Jakarta Timur terendam dengan ketinggian 60-80 cm.

Jakarta Utara juga terdampak, dengan empat RT terendam dengan ketinggian 25-30 cm.

Tiga RT di Jakarta Selatan juga dilaporkan terendam dengan ketinggian 30 cm.

Selain itu, 12 jalan di Jakarta Utara juga terendam banjir dengan ketinggian air 10-50 cm.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, memberikan rincian wilayah terdampak.

Di Jakarta Barat, wilayah dengan ketinggian air tertinggi berada di Kelurahan Kedaung Kali Angke (8 RT, 20-50 cm).

Kemudian, Kelurahan Rawa Buaya (3 RT, 10 cm), Kelurahan Jelambar (1 RT, 20 cm), Kelurahan Kamal (4 RT, 25-30 cm), dan Kelurahan Tegal Alur (3 RT, 25-30 cm).

Di Jakarta Timur, Kelurahan Rawa Terate (2 RT, 65 cm), Kelurahan Cawang (5 RT, 80 cm), dan Kelurahan Bidara Cina (4 RT, 60-80 cm) juga terdampak.

Untuk Jakarta Utara, banjir terjadi di Kelurahan Pademangan Barat (1 RT, 30 cm), Kelurahan Tanjung Priok (1 RT, 25 cm), dan Kelurahan Kapuk Muara (2 RT, 30 cm).

“Sedangkan di Jakarta Selatan ada tiga RT di Kelurahan Cipete Utara dengan ketinggian 20 cm karena luapan Kali Krukut,” kata Yohan.

Jumlah pengungsi tercatat di beberapa lokasi.

Di Jakarta Barat, Kelurahan Tegal Alur (12 KK, 29 jiwa) dan Kelurahan Kamal (5 KK, 22 jiwa).

Di Jakarta Timur, Kelurahan Rawa Terate (35 KK, 105 jiwa).

BPBD DKI telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan.

Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk penyedotan genangan.

BPBD memastikan tali-tali air berfungsi baik dan menyiapkan kebutuhan dasar bagi pengungsi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112,” kata Yohan.